KabarBaik.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banyuwangi sejak siang hingga malam hari pada Senin (15/12) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya tiga kecamatan terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan banjir luapan terjadi di Kecamatan Sempu, Srono, dan Muncar.
“Berdasarkan laporan sementara, tiga kecamatan terdampak banjir luapan, yaitu Kecamatan Sempu, Srono dan Muncar,” kata Danang, Selasa (16/12).
Di Kecamatan Sempu, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Karangrejo, Dusun Karanganyar, dan Dusun Mangki. Total terdapat 22 kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat luapan air tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Srono, tercatat satu KK terdampak banjir. Meski kondisi air di permukiman warga telah surut, BPBD menyebut debit air sungai masih tinggi. Warga pun diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Adapun di Kecamatan Muncar, banjir luapan melanda empat desa, yakni Desa Tembokrejo, Desa Kedungringin, Desa Wringinputih, dan Desa Tapanrejo. Di Desa Tembokrejo, sebanyak 44 KK terdampak, sedangkan di Desa Tapanrejo tercatat 35 KK terdampak.
“Jumlah warga terdampak paling banyak terjadi di Desa Kedungringin dengan total sekitar 610 KK. Sementara di Desa Wringinputih, banjir merendam dua dusun dengan jumlah warga terdampak sekitar 800 KK,” tegasnya.
Danang menambahkan, hingga saat ini BPBD Banyuwangi masih terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir. Selain itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus, terutama ke titik-titik wilayah yang terdampak paling parah.







