KabarBaik.co – Banjir bandang luapan Kali Avour dan Kali Kerjo melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Hingga saat ini, Selasa (13/5), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih terus melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak.
Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sebaran banjir kian meluas. Padahal, bulan-bulan ini sudah memasuki musim kemarau.
Kecamatan Kepohbaru adalah salah satu daerah terdampak paling parah. Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio, menyebutkan terdapat 10 desa yang area persawahannya tergenang banjir serta 5 desa yang permukimannya terdampak.
“Untuk wilayah sawah yang terdampak meliputi Desa Sugihwaras, Sumbergede, Tlogorejo, Bumirejo, Woro, Nglumber, Mojosari, Pohwates, Karangan, dan Jipo. Sementara itu, banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Woro, Bumirejo, Tlogorejo, Sumbergede, dan Pohwates,” jelasnya.
Kepala BPBD Bojonegoro Heru Wicaksono, mengungkapkan banjir bermula dari Kecamatan Kepohbaru akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. Hingga kini, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan sebaran dan dampak bencana secara menyeluruh.
“Hujan deras menyebabkan sungai meluap dan merendam sejumlah wilayah. Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk pendataan dan penanganan,” terang Heru.
Banjir bandang juga dilaporkan kembali terjadi di Kecamatan Sekar pada Minggu malam (11/5). Hujan deras selama sekitar dua jam menyebabkan luapan sungai yang merendam permukiman warga di Desa Miyono, Sekar, dan Bobol. Sebanyak 42 kepala keluarga (KK) terdampak di wilayah tersebut.
Selain Kepohbaru dan Sekar, banjir juga melanda Kecamatan Ngambon, Ngasem, Baureno, dan Sugihwaras. Camat Ngasem, Iwan Sopian, menambahkan bahwa luapan Kali Gandong sempat merendam dua RT di Dusun Karanganyar, Desa Setren, Kecamatan Ngasem.
“Air sempat menggenangi permukiman warga setinggi mata kaki, namun tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bojonegoro diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, meskipun kini wilayah Bojonegoro telah masuk pada musim kemarau.(*)






