Masuk Musim Kemarau, 7 Kecamatan di Bojonegoro Tergenang Banjir

oleh -87 Dilihat
54fb30f0 2a4e 4daf 978c e5f860542933
Banjir menggenangi ruas jalan di Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Banjir bandang luapan Kali Avour dan Kali Kerjo melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Hingga saat ini, Selasa (13/5), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih terus melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak.

Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sebaran banjir kian meluas. Padahal, bulan-bulan ini sudah memasuki musim kemarau.

Kecamatan Kepohbaru adalah salah satu daerah terdampak paling parah. Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio, menyebutkan terdapat 10 desa yang area persawahannya tergenang banjir serta 5 desa yang permukimannya terdampak.

“Untuk wilayah sawah yang terdampak meliputi Desa Sugihwaras, Sumbergede, Tlogorejo, Bumirejo, Woro, Nglumber, Mojosari, Pohwates, Karangan, dan Jipo. Sementara itu, banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Woro, Bumirejo, Tlogorejo, Sumbergede, dan Pohwates,” jelasnya.

Kepala BPBD Bojonegoro Heru Wicaksono, mengungkapkan banjir bermula dari Kecamatan Kepohbaru akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. Hingga kini, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan sebaran dan dampak bencana secara menyeluruh.

“Hujan deras menyebabkan sungai meluap dan merendam sejumlah wilayah. Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk pendataan dan penanganan,” terang Heru.

Banjir bandang juga dilaporkan kembali terjadi di Kecamatan Sekar pada Minggu malam (11/5). Hujan deras selama sekitar dua jam menyebabkan luapan sungai yang merendam permukiman warga di Desa Miyono, Sekar, dan Bobol. Sebanyak 42 kepala keluarga (KK) terdampak di wilayah tersebut.

Selain Kepohbaru dan Sekar, banjir juga melanda Kecamatan Ngambon, Ngasem, Baureno, dan Sugihwaras. Camat Ngasem, Iwan Sopian, menambahkan bahwa luapan Kali Gandong sempat merendam dua RT di Dusun Karanganyar, Desa Setren, Kecamatan Ngasem.

“Air sempat menggenangi permukiman warga setinggi mata kaki, namun tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bojonegoro diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, meskipun kini wilayah Bojonegoro telah masuk pada musim kemarau.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.