Banjir Parah di Sidoarjo, Pj Gubernur Jatim Turunkan Truk Pompa dan Normalisasi Sungai

oleh -832 Dilihat
IMG 20241227 WA0000 scaled
Pj Gubernur Jatim Adhy Kartono saat meninjau banjir di Sidoarjo. (Ist)

KabarBaik.co – Tiga hari sudah Perumahan Pepelegi Indah dan Desa Sawotratap, Kabupaten Sidoarjo terendam banjir. Ketinggian air mencapai 30 hingga 45 sentimeter, membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa mereka bertahan dalam kondisi memprihatinkan. Merespons situasi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, langsung bergerak cepat.

Pada Kamis (26/12), Adhy bersama jajaran terkait, termasuk Kalaksa BPBD Jatim, Kepala Dinas PU SDA Jatim, dan Kepala Dinas Sosial Jatim, turun ke lapangan untuk memetakan langkah penanganan. “Persoalan banjir adalah persoalan struktural. Fokus utama adalah sarana dan prasarana air,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah sedimentasi, sampah, dan bangunan liar yang menyempitkan aliran sungai. Situasi ini diperburuk oleh curah hujan tinggi sesuai prediksi BMKG, yang diperkirakan berlangsung hingga Januari.

“Dua hari ini curah hujan tinggi sesuai prediksi BMKG. Kami siap melakukan pengerukan manual dan semi-manual serta pemompaan air,” tambahnya.

Banjir yang melanda dua wilayah ini tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga. Hal ini membuat dapur umum dan evakuasi menjadi prioritas sejak malam sebelumnya. “Dapur umum sudah disiapkan, begitu juga bantuan logistik untuk warga terdampak,” katanya.

Untuk membantu mengatasi banjir di Pepelegi, Pj Gubernur mendatangkan dua unit truk pompa air untuk menyedot genangan. Pemompaan dilakukan dari sisi timur kawasan perumahan yang menjadi hilir genangan. “Kami berusaha secepat mungkin agar aktivitas warga bisa kembali normal,” jelasnya.

Setelah dari Pepelegi, Adhy melanjutkan peninjauan ke Desa Sawotratap, di mana kondisi banjir serupa terjadi. Air dari Pepelegi mengalir ke Sawotratap, memperburuk genangan di kawasan tersebut. “Hari ini akan diselesaikan. Kita juga akan koordinasikan pembersihan gorong-gorong jalan nasional,” ungkapnya.

Adhy juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai. Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan eceng gondok, sampah, dan sedimentasi yang menjadi hambatan aliran air. “Secara struktur, kita bersihkan sungai-sungai kecil yang sudah masuk ke rumah warga,” katanya.

Ketua RW 10 Desa Sawotratap, Supriyanto, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Pj Gubernur.

“Kami bersyukur bahwa Bapak Pj Gubernur berkenan langsung meninjau kampung kami dan langsung mendatangkan solusi,” ujarnya.

Sebanyak 250 kepala keluarga (KK) di Sawotratap terdampak banjir ini. Warga pun siap membantu proses pengerukan sungai untuk memastikan banjir tidak lagi menjadi langganan. “Kami sudah cocokkan dengan Kadinsos untuk penyaluran bantuan yang dipusatkan di lahan luas sekitar Jalan Gajah Mada,” tambahnya.

Di sisi lain, Pj. Gubernur juga berupaya dengan hal lain, yakni dengan memanfaatkan teknologi memodifikasi cuaca agar intensitas hujan turun.

Selain itu, Adhy mengingatkan bahwa persoalan banjir tidak hanya bisa diatasi oleh pemerintah. Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi kunci utama.

“Sedangkan untuk korban atau warga yang terdampak, kami juga siapkan bantuan. Jangan sampai ada masyarakat yang mengalami kekurangan kebutuhan dasar,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.