KabarBaik.co – Banjir yang melanda kawasan Jalan Jati dan Jalan Cemengkalang, Sidoarjo, pada Senin (10/11), disebabkan oleh sumbatan pada pompa air serta tumpukan sampah di saluran pembuangan.
Hujan deras yang turun sejak pukul 15.30 membuat air menggenang cukup tinggi di bawah jembatan tol sebelah Lippo Plaza Sidoarjo hingga membuat puluhan motor mogok dan arus lalu lintas tersendat.
Tim Turjawali Polresta Sidoarjo pun turun tangan melakukan pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di titik banjir tersebut.
Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sidoarjo Muhammad Mahmud menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di kawasan itu adalah pompa air yang tersumbat oleh sampah plastik.
“Kemarin itu memang ada kendala, pompa tersumbat karena banyak sampah plastik di busem. Setelah kami bersihkan, pompa kembali berfungsi,” ujarnya pada kabarBaik.co, Selasa(11/11).
Mahmud menambahkan kapasitas pompa yang ada sebelumnya juga belum cukup kuat untuk menampung debit air tinggi saat hujan deras. Untuk itu, pemerintah menambah satu unit pompa portable berkapasitas 300 mililiter per detik di lokasi tersebut.
“Sekarang di titik itu sudah ada lima pompa yang standby. Insyaallah dengan tambahan ini genangan bisa segera diatasi,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menambah jumlah petugas yang siaga mengoperasikan pompa agar genangan cepat surut ketika hujan turun.
“Kalau pompa di Kabupaten Sidoarjo sendiri jumlahnya ratusan. Tapi yang penting juga kesiapan orangnya, supaya cepat dihidupkan ketika ada genangan,” ungkap Mahmud.
Sementara itu, BPBD Sidoarjo mencatat hujan deras yang berlangsung sekitar tujuh jam kemarin menyebabkan lima kecamatan di Sidoarjo terendam banjir. Adapun desa dan kawasan yang terdampak meliputi:
– Kecamatan Waru: Desa Cemandi.
– Kecamatan Sidoarjo: Jalan Raya Jati, Jalan Cemengkalang, Desa Klurak, Desa Ngampelsari, Desa Sukorame, Desa Sidodadi, Desa Jambangan, Perumahan Citra Sentosa Mandiri (Desa Jambangan), dan Kauman Desa Spande.
– Kecamatan Candi: Desa Balonggabus.
– Kecamatan Tanggulangin: Desa Boro.
– Kecamatan Porong: Desa Candipari.
Dengan total lima kecamatan dan lebih dari sepuluh desa terdampak, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini fokus melakukan pembersihan saluran air dan peningkatan kapasitas pompa di titik-titik rawan banjir.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah genangan serupa terutama di kawasan padat seperti Jalan Jati dan Cemengkalang yang kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur. (*)






