KabarBaik.co – Menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mulai melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang rawan pohon tumbang. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap disertai angin kencang.
Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig menyampaikan bahwa jajarannya telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau kondisi pohon-pohon besar di berbagai wilayah. Pemeriksaan dilakukan terhadap batang, cabang, maupun akar yang menunjukkan tanda-tanda rapuh.
“Kami mulai identifikasi pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Fokusnya di wilayah padat aktivitas seperti kawasan kota dan jalan utama,” ungkap Amig, Selasa (11/11).
Menurut Amig, kegiatan perantingan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan jumlah personel yang terbatas. Saat ini, DLHK hanya memiliki dua tim yang bertugas melakukan pemangkasan dan penanganan darurat bila terjadi insiden pohon tumbang.
“Memang belum bisa menjangkau semua wilayah sekaligus, tapi kami prioritaskan lokasi yang berisiko tinggi agar keselamatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Selain di wilayah perkotaan, beberapa area lain seperti Gedangan dan Waru juga masuk dalam pengawasan. Meski berada di ruas jalan provinsi atau nasional, DLHK tetap akan turun tangan jika ditemukan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kalau ada potensi mengganggu akses publik, tetap kami tangani. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus kami lakukan,” jelasnya.
Amig menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan ini. Warga diimbau segera melapor bila menemukan pohon yang miring atau dahan besar yang berisiko patah.
“Pelaporan cepat akan memudahkan kami dalam menindaklanjuti sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
DLHK berharap langkah antisipatif ini dapat mengurangi dampak kerugian maupun gangguan lalu lintas yang kerap muncul saat musim hujan tiba. (*)






