KabarBaik.co, Tuban – Bangunan SDN Kutorejo III di Kecamatan Tuban mengalami ambrol pada Jumat (5/6) sore. Dugaan sementara, peristiwa tersebut terjadi akibat material kayu penyangga bangunan yang telah lapuk sehingga tidak mampu menopang beban atap.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Tuban Irma Putri Kartika mengatakan peristiwa itu terjadi pada siang menjelang sore hari. Informasi pertama kali diperoleh dari warga yang tinggal di depan sekolah dan segera melaporkannya kepada pihak terkait.
“Kejadian ini berlangsung setelah proses belajar mengajar berakhir, sehingga tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang berada di lokasi terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” ujar Irma, Sabtu (6/6).
Mendapat laporan tersebut, Dinas Pendidikan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tuban langsung melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan serta mengidentifikasi penyebab kerusakan.
Hasil asesmen awal menunjukkan bagian yang roboh merupakan sosoran atap teras di luar ruang kelas 6 yang berada di lantai dua. Kerusakan diduga dipicu oleh pelapukan pada sejumlah komponen kayu penyangga.
“Dari hasil pengecekan sementara, bagian yang mengalami kerusakan adalah sosoran atap teras luar di lantai dua. Dugaan sementara karena beberapa komponen kayu penyangga sudah lapuk,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, dua ruang kelas di lantai atas, yakni kelas 5 dan kelas 6, turut terdampak. Demi menjaga keselamatan peserta didik, kedua ruang tersebut untuk sementara tidak digunakan.
Sebagai solusi, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke ruang kelas di lantai bawah dengan pengaturan jadwal masuk pagi dan siang. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan normal tanpa mengurangi hak belajar siswa.
“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Untuk sementara, ruang kelas yang terdampak tidak digunakan dan kegiatan belajar dialihkan ke ruang kelas di lantai bawah dengan pengaturan jadwal masuk pagi dan siang. Dengan skema ini, proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengurangi hak belajar anak-anak,” jelas Irma.
Selain melakukan penyesuaian proses pembelajaran, Dinas Pendidikan juga bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan mengamankan area terdampak pada malam hari. Penanganan awal melibatkan tenaga profesional guna mencegah potensi kerusakan lanjutan dan memastikan kondisi bangunan tetap aman.
“Kami telah melakukan penanganan awal bersama tenaga profesional. Apabila diperlukan, pekerjaan akan dilanjutkan hingga besok agar kondisi bangunan benar-benar aman dan tertangani dengan baik,” ujarnya.
Untuk mendukung perbaikan secara menyeluruh, Dinas Pendidikan Tuban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah dan mengusulkan dukungan anggaran melalui Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2026.
Menurut Irma, usulan tersebut diperlukan agar perbaikan tidak hanya bersifat sementara, melainkan dapat dilakukan secara tuntas sehingga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SDN Kutorejo III kembali optimal.
“Kami telah melaporkan kejadian dan mengusulkan kebutuhan anggaran pada P-APBD 2026. Harapannya, penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi dapat dilakukan secara tuntas sehingga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SDN Kutorejo III dapat kembali optimal,” pungkasnya. (*)






