Bank Dunia Lirik Konsep Penataan Terintegrasi Pemkot Malang, Skywalk Masuk Usulan

oleh -99 Dilihat
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat di MBO Balaikota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menjajaki kerja sama dengan World Bank (Bank Dunia) untuk menata kawasan pusat kota secara terintegrasi. Konsep tersebut menghubungkan sejumlah titik strategis mulai dari Kayutangan Heritage hingga Kampung Warna-Warni Jodipan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan, rencana penataan kawasan sudah diusulkan secara menyeluruh dan direspons positif oleh Bank Dunia. “Kita sudah ditawari terkait dengan kawasan yang terintegrasi antara Kayutangan Heritage, Alun-alun, kawasan Splendid, Balai Kota, sampai Stasiun. Menjadi satu kesatuan sampai ke Kampung Warna-Warni. Itu sudah kita usulkan,” ujar Wahyu.

Adapun kawasan yang akan dikembangkan meliputi Alun-Alun Kota Malang, Taman Rekreasi Kota (Splendid), Balai Kota Malang, serta Stasiun Malang. Seluruhnya dirancang menjadi satu kesatuan kawasan yang tertata dan saling terhubung.

Menurut Wahyu, ketertarikan Bank Dunia muncul karena konsep yang diajukan tidak hanya sebatas penataan fisik, tetapi juga sudah dilengkapi solusi konkret, termasuk perubahan pola pikir dalam pengelolaan kawasan heritage.

“Konsepnya secara keseluruhan sudah kita sampaikan kepada Bank Dunia. Mereka tertarik karena sudah ada solusinya, salah satunya perubahan mindset yang ada di Kayutangan Heritage,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penataan tidak hanya fokus pada estetika kota, melainkan juga pengaturan fungsi ruang secara komprehensif. Penempatan pedagang kaki lima (PKL), area parkir, hingga titik wisata akan diatur agar tidak saling mengganggu dan tetap nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Nanti di situ juga akan kita tempatkan mana PKL, mana parkir, mana tempat wisata. Jadi satu kawasan yang baik, tertata, dan tidak ada halangan. PKL ada tempat, parkir ada tempat,” jelasnya.

Selain penataan kawasan, Pemkot Malang juga mengusulkan pembangunan skywalk di dua wilayah, yakni Kayutangan Heritage dan Soekarno-Hatta. Konsep desainnya akan disesuaikan dengan karakter masing-masing kawasan. “Mungkin akan sama-sama ada, tapi dengan ornamen yang berbeda. Satunya mengusung konsep heritage kolonial, satunya konsep milenial,” tutur Wahyu.

Terkait anggaran pembangunan, Wahyu menyebut masih dalam tahap pengusulan sehingga belum dapat memastikan besaran biaya yang dibutuhkan. “Kan baru kita usulkan, kita belum tahu anggarannya,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.