KabarBaik.co – Berbagai cara tengah dipikirkan Pemkab Banyuwangi guna menjawab tantangan legislatif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu yang dilirik pemkab saat ini adalah mengaktifkan kembali PT Trabasti, perusahan galangan kapal yang dimiliki Banyuwangi. Pemkab menilai galangan kapal ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD.
Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan selama ini kapal yang beroperasi di perairan Banyuwangi proses doking harus dilakukan di Surabaya. Padahal Banyuwangi sebetulnya mampu melayaninya.
“Di Lembar, Padangbai, Gilimanuk semuanya larinya (dok) ke Surabaya,” tegasnya.
Jumlah kapal di lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk, jumlahnya sangat banyak. Umumnya dok kapal dilakukan setahun 2 kali. Apalagi, lanjutnya, Banyuwangi juga memiliki daerah perikanan Muncar yang banyak kapal-kapal besar.
“Kalau dihitung rupiahnya per hari luar biasa besar,” tegasnya.
Jika Banyuwangi memiliki perusahaan galangan kapal, akan menghemat biaya kapal-kapal yang beroperasi di Banyuwangi sekaligus termasuk menambah PAD Banyuwangi.
Dia menyebut, Pemkab Banyuwangi pernah memiliki perusahan galangan Kapal yakni PT. Trabasti. Saat ini, pihaknya sedang melakukan kajian hukum apakah memungkinkan untuk mengaktifkan kembali perusahaan tersebut.
“Kemarin ada keragu-raguan. Saya kira harus punya pikiran positif. Langkah-langkah kedepan kita memang harus visioner. Kita jangan terjebak pada masa lalu. Kedepan ini bagaimana kita jkelola dengan baik,” tegasnya.
Lebih jauh dijelaskan kapal-kapal yang beroperasi di perairan Puger, Kabupaten Jember untuk melakukan dok juga harus ke Surabaya. Jaraknya juga jauh. Jika di Banyuwangi ada perusahaan galangan kapal, dirinya meyakini kapal-kapal dari Puger juga akan memilih dok di Banyuwangi.
“Mending dok di Banyuwangi kalau doknya ada. Kita pakai dok yang murah saja, sea break, dok tarik itu yang penting ada dulu,” katanya.
Guntur menegaskan, jika Banyuwangi memiliki perusahaan dok kapal, dirinya optimis kapal-kapal akan melakukan dok di Banyuwangi.
“Itu setahun bisa penuh bergantian kapal yang dok. Saya kira ada rencana seperti itu,” pungkasnya.(*)