Bapenda Kota Batu Optimalkan Pajak Villa untuk Tingkatkan PAD, Begini Caranya

oleh -398 Dilihat
WhatsApp Image 2024 11 10 at 14.01.34
Salah satu villa yang terdapat di lokasi Songgoriti, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Kota Batu menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjung wisatawan dari dalam dan luar kota. Tercatat ribuan lebih villa beroperasi di kota tersebut. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu telah melakukan kajian dan pendataan terhadap potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa penginapan dan pajak villa.

Kepala Bapenda Kota Batu, Nur Adhim menyebutkan, saat ini terdapat 1.000 villa yang berpotensi menjadi objek pajak daerah. “Jadi, untuk mengoptimalkan penerimaan PAD kami terus memaksimalkan potensi objek pajak Kota Batu,” kata Adhim saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (10/11).

Selama ini, lanjut Adhim, pajak villa sebenarnya tergabung dalam satu paguyuban. Seperti di wilayah Songgoriti. Villa-villa di wilayah itu tercatat dalam satu nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD). “Untuk mengoptimalkan pajak villa, Bapenda kini meminta agar setiap villa yang beroperasi memiliki NPWPD sendiri,” jelas Adhim.

Menurut Adhim, langkah pertama yang dilakukan Pemkot Batu ialah dengan pendataan villa. Selanjutnya diarahkan agar setiap pemilik villa memiliki NPWPD. Dengan langkah ini diharapkan membantu pemkot untuk mengetahui objek pajak tersebut membayar pajak atau tidak.

“Pajak villa seharusnya menjadi kewajiban yang harus dibayarkan, sama seperti hotel yang harus membayar pajak ke pemerintah daerah,” tegas Adhim. Informasi tersebut harus disampaikan kepada pemilik villa. Dikhawatirkan orang atau investor akan memilih membangun villa karena dianggap tidak perlu izin dan tidak dikenakan pajak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.