Bareskrim Geledah Pabrik Peleburan Emas di Surabaya, Diduga Terkait TPPU Emas Ilegal Rp 25,8 T

oleh -192 Dilihat
Pabrik peleburan emas di yang berlokasi di Jalan Raya Tengger Kandangan (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus mendalami dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kali ini petugas mendatangi sebuah pabrik peleburan emas di Jalan Raya Tengger Kandangan Nomor 92/58-1, Surabaya, Pada Jumat (20/2).

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah personel polisi nampak berjaga ketat di depan pintu masuk pabrik sejak kedatangan mereka sekitar pukul 11.00 WIB. Di lokasi ini petugas diduga melakukan penggeledahan yang merupakan kelanjutan dari rangkaian tindakan hukum yang dilakukan Bareskrim sejak Kamis malam, di mana penyidik telah menggeledah sebuah rumah mewah milik pengusaha emas di Jalan Tampomas, Kelurahan Sawahan, Surabaya dan juga sebuah rumah serta toko emas di Nganjuk.

Kaitan dengan Kasus TPPU Senilai Rp 25,8 Triliun

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan di pabrik peleburan emas tersebut diduga kuat berkaitan dengan penyidikan TPPU dari praktik pertambangan emas ilegal di Kalimantan Barat dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,8 triliun.

Sebelumnya, dari hasil penggeledahan selama 10 jam di rumah mewah di Jalan Tampomas, penyidik berhasil menyita barang bukti berupa empat boks berisi emas batangan dan sejumlah dokumen penting. Modus operandi dalam kasus ini diduga melibatkan pengolahan emas hasil tambang ilegal yang kemudian didistribusikan melalui jaringan toko dan pabrik peleburan tertentu untuk “dicuci” menjadi aset legal.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lokasi pabrik di Jalan Raya Tengger Kandangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap aset dan aktivitas di dalam pabrik tersebut. Belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen pabrik terkait kedatangan tim Bareskrim Polri ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.