KabarBaik.co – Peluncuran nasional Koperasi Merah Putih (KMP) oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7), turut diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Namun, geliat pengoperasian KMP di Bumi Panjalu masih memerlukan percepatan. Dari total 343 desa dan satu kelurahan, baru 12 koperasi yang siap didampingi.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, usai mengikuti peluncuran secara daring di Ruang Joyoboyo, Gedung Pemkab Kediri. Menurutnya, sejumlah tantangan masih menghadang. Salah satu yang krusial adalah kesiapan struktur organisasi dan pembentukan pengurus di tingkat desa.
“Masih 12 KMP yang siap mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari Pemkab Kediri,” ujar Solikin.
Ia juga menjelaskan bahwa biaya pendirian koperasi sebesar Rp 2,5 juta per unit sepenuhnya ditanggung melalui APBD Kabupaten Kediri. Namun, hal ini belum cukup untuk mendorong percepatan pembentukan koperasi secara masif.
Menjawab tantangan ini, Pemkab Kediri menargetkan seluruh KMP bisa tuntas dan beroperasi maksimal pada akhir tahun 2025. “Maksimal di bulan September, doakan. Tapi yang pasti akan kami usahakan,” pungkas Solikin optimistis.
Kehadiran Koperasi Merah Putih sendiri diyakini akan menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan dan penguatan ekosistem desa, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.








