KabarBaik.co, Sidoarjo – Kualitas proyek crossing Jembatan Trosobo di Sidoarjo dipertanyakan. Pasalnya, proyek yang baru rampung pada akhir Desember 2025 itu kini sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Permukaan jalan terlihat tidak rata, bergelombang, hingga berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan dan bahkan telah menyebabkan kecelakaan.
Kerusakan tersebut telah memakan korban. Seorang pengendara motor, Umar Sobirin, 50, warga Kecamatan Prambon, mengalami kecelakaan pada Rabu (11/2) malam. Korban terjatuh setelah terperosok lubang di ruas crossing dan mengalami cedera kepala berat hingga dalam kondisi kritis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan memang memprihatinkan. Pada sisi arah Surabaya, permukaan aspal tampak bergelombang dan tidak rata. Sementara pada sisi arah Krian, terdapat beberapa titik ambles dan lubang cukup dalam yang berpotensi membuat pengendara kehilangan kendali.
Ani, warga sekitar yang kerap melintas di lokasi, mengungkapkan bahwa kecelakaan di kawasan tersebut sudah beberapa kali terjadi. Ia menduga kerusakan jalan disebabkan pekerjaan proyek yang tidak maksimal.
“Beberapa hari lalu ada kecelakaan sampai tiga kali. Kemarin juga ada pengendara berboncengan terperosok lubang, lalu jatuh dan ditabrak kendaraan lain yang langsung melarikan diri,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Ia berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar tidak ada korban tambahan. Menurutnya, kondisi jalan sangat berbahaya, terlebih proyek tersebut masih tergolong baru.
“Harapannya segera ditambal atau diaspal ulang supaya tidak ada korban lagi,” tambahnya.
Kerusakan jalan yang masih dalam usia sekitar tiga bulan ini memunculkan sorotan terhadap kontraktor pelaksana, PT Barokah Abadi. Sejumlah pengguna jalan menilai hasil pekerjaan proyek tersebut tidak maksimal karena kerusakan signifikan sudah muncul dalam waktu singkat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo M. Makhmud menegaskan pihaknya telah melayangkan surat teguran resmi kepada kontraktor agar segera melakukan perbaikan.
“Kami sudah melayangkan surat teguran resmi agar kontraktor segera memperbaiki dalam waktu 1×24 jam, karena perbaikan masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan,” tegasnya.
Warga berharap perbaikan segera direalisasikan mengingat crossing tersebut merupakan jalur vital dengan mobilitas tinggi. Perbaikan cepat dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa dan menjamin keselamatan pengguna jalan. (*)








