KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu secara resmi membuka Batu Bisnis Festival 2025 dan Jambore Desa Wisata 2025, di halaman parkir Balai Kota Among Tani, Kamis (31/7). Acara yang berlangsung hingga 3 Agustus ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pengembangan desa wisata.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Nurochman-Heli Suyanto, Kapolres Batu, Kajari Kota Batu, Danrem, BNN, PHRI, DPRD Kota Batu, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Batu, dan para pejabat lainnya.
Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya memperkuat desa wisata berbasis kemandirian masyarakat. Ia mendorong agar desa-desa wisata dapat meniru pola pengelolaan profesional seperti yang dilakukan oleh kawasan wisata Selecta.
“Selecta adalah contoh perusahaan wisata yang modalnya berasal dari masyarakat dan dikelola secara profesional. Desa wisata juga bisa melakukan hal yang sama dengan merangkai potensi permodalan lokal,” ujar Nurochman di hadapan peserta dan undangan.

Nurochman menyinggung pelaku lokal seperti Pak Odon, yang sukses mengelola destinasi wisata berbasis komunitas di Kota Batu. Menurutnya, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci memperkuat sektor pariwisata dan UMKM.
“Batu bukan hanya soal wisata, tapi juga tempat untuk berwirausaha. Kita punya banyak ruang untuk memaksimalkan potensi UMKM dan ekonomi kreatif,” jelas Nurochman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, festival ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Batu untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Sekaligus mendukung program nasional seperti Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Saja.
“Ini bukan sekadar festival tahunan, tapi wujud kolaborasi mendorong pertumbuhan UMKM, industri kreatif, dan pariwisata berkelanjutan,” ujar Onny.
Batu Bisnis Festival 2025 dirancang sebagai ruang pertemuan pelaku usaha, penggiat ekonomi kreatif, hingga institusi pemerintah pusat dan daerah. Beberapa agenda unggulan yang digelar antara lain:
– Pameran Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM
– Festival Kuliner dan Jajanan Tradisional
– Festival Musik Akustik & Rampak Barongan
– Lomba Kreasi Video IG Reels dan Lagu Jawa antar ASN
– Forum Ekonomi Kreatif Nusantara
– Sosialisasi Program Kementerian, BUMN, dan BUMD.

Secara paralel, Jambore Desa Wisata 2025 digelar untuk mengangkat kekuatan desa sebagai tulang punggung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan dalam jambore ini meliputi:
– Talkshow Investasi Pariwisata Berkelanjutan
– Bazar Produk Unggulan Desa Wisata
– Funtrip Jelajah Desa Wisata
– Forum Kolaborasi Pengelola dan Pelaku Usaha Wisata
“Jambore ini menjadi jembatan antara pengelola desa wisata dan pelaku jasa pariwisata, sekaligus ajang promosi destinasi alternatif yang autentik,” jelas Onny.
Sedikitnya 17 subsektor ekonomi kreatif turut ditampilkan, mulai dari kriya, kuliner, fesyen, seni pertunjukan, hingga aplikasi digital. Acara ini juga melibatkan kementerian, BUMN, pemda lintas kabupaten/kota, koperasi, dan komunitas kreatif lintas sektor.
Onny menegaskan bahwa festival ini menjadi sarana memperluas eksposur produk lokal Kota Batu ke pasar nasional, sekaligus mendorong tumbuhnya jejaring usaha antar daerah. “Kami ingin menunjukkan bahwa Batu adalah pusat kreasi dan inovasi. Dengan kolaborasi ini, geliat ekonomi daerah akan semakin kuat,” papar Onny.
Rangkaian pembukaan acara berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Onny menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, sponsor, dan pihak yang telah berkontribusi.
“Semangat kebersamaan dan kolaborasi inilah yang menjadi kunci kemajuan kita. Dengan Bismillahirrahmanirrahim, Batu Bisnis Festival 2025 dan Jambore Desa Wisata 2025 resmi dibuka,” tegasnya.
Pemkot Batu berharap kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi titik balik kebangkitan pariwisata berbasis komunitas dan inovasi lokal dari Batu untuk Indonesia. (*)








