KabarBaik.co – Kota Batu kembali menegaskan reputasinya sebagai Kota Bunga melalui gelaran Batu Shining Orchids Week 2025, pameran anggrek terbesar di Indonesia yang berlangsung di Balai Kota Among Tani. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga besok (12/10).
Ajang tahunan yang telah memasuki episode kedelapan ini bukan sekadar pameran bunga, tetapi juga gerakan yang merayakan keindahan, kolaborasi, dan harapan dalam dunia florikultura. Mengusung tema “Growing Together” atau Tumbuh Bersama, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta komunitas pecinta anggrek dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun sektor pertanian dan wisata berbasis florikultura.
“Melalui Batu Shining Orchids Week, kita tidak hanya menampilkan keindahan anggrek tetapi juga memperkuat kerja sama dan komitmen dalam memajukan sektor pertanian dan pariwisata,” ujar Nurochman di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (11/10).
Florikultura merupakan cabang ilmu hortikultura yang membudidayakan tanaman berbunga dan berdaun untuk menciptakan nilai estetika, seperti bunga potong, tanaman hias, tanaman lanskap, maupun tanaman dalam pot. “Pameran nasional ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung, kolektor, dan pelaku usaha. Selain menampilkan anggrek dari dalam negeri, juga dipamerkan berbagai koleksi eksotik dari mancanegara,” terang Nurochman.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai tokoh, termasuk Sekjen DPP Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Untung Santoso, yang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batu dan PAI Malang Raya atas konsistensi penyelenggaraan acara tersebut. “Kota Batu telah menjadi contoh daerah yang berhasil menyelaraskan hobi, ekonomi, dan pariwisata dalam satu kegiatan inspiratif,” ujarnya.
Nurochman mengumumkan rencana penyelenggaraan East Java Orchid Show (EJOS) 2026 sebagai bagian dari komitmen memperluas ekosistem florikultura di Jawa Timur. Pemerintah juga telah menyiapkan Batu Botanical Garden, yang akan difungsikan sebagai pusat riset, pelatihan, dan pameran hortikultura berskala besar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Batu siap menjadi tuan rumah ajang internasional,” tegasnya. Tahun ini, sebanyak 72 stan bursa ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Masing-masing menampilkan koleksi anggrek unggulan, perlengkapan budidaya, hingga produk hortikultura terbaik. (*)






