KabarBaik.co, Pasuruan – Upaya meningkatkan kesadaran demokrasi dan literasi kepemiluan di kalangan generasi muda terus dilakukan Bawaslu Kota Pasuruan. Salah satunya dengan melaksanakan program Massive Open Online Course (MOOC).
Kegiatan Bawaslu Kota Pasuruan kali ini disambut antusias oleh keluarga besar SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Kegiatan ini merupakan program pembelajaran digital interaktif yang mengenalkan siswa pada dunia pengawasan pemilu, demokrasi, serta keterbukaan informasi publik.
Kegiatan yang berlangsung atraktif dan edukatif tersebut menghadirkan berbagai materi penting seputar demokrasi dan kepemiluan. Mulai dari sejarah pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, penyelesaian sengketa pemilu, transparansi informasi publik, hingga pengenalan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum).
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, hadir langsung memandu jalannya kegiatan sekaligus memberikan praktik kepada siswa tentang cara memohon informasi publik melalui PPID Bawaslu Kota Pasuruan.
Menurut Vita, literasi demokrasi harus dikenalkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi warga negara yang aktif dan partisipatif dalam mengawal demokrasi.
“Kami ingin siswa memahami bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih saat pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi dan terlibat aktif dalam lifecycle demokrasi,” ujar Vita, Rabu (13/5).
Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan akuntabel. Karena itu, siswa diajak langsung memahami mekanisme permohonan informasi sebagai bentuk pendidikan demokrasi yang aplikatif.
“Dengan pertemuan langsung siswa akan lebih paham akan jalannya pemilu dan informasi yang didapatkan,” kata Vita.
Program MOOC Literasi Demokrasi ini menjadi salah satu inovasi Bawaslu Kota Pasuruan dalam mendekatkan pendidikan demokrasi kepada generasi muda dengan pendekatan digital dan partisipatif. Kehadiran platform pembelajaran berbasis daring tersebut juga dinilai mampu menjawab tantangan pendidikan demokrasi di era digital.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Pasuruan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek demokrasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga integritas pemilu dan demokrasi Indonesia di masa depan. (*)






