KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebanyak 144 jemaah calon haji (JCH) asal Banyuwangi tahun 2026 masuk kategori risiko tinggi (risti). Jemaah yang disebut kategori risti mereka yang memiliki penyakit penyerta hingga gangguan mobilitas yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Rif’an, mengatakan jemaah risti mereka yang memiliki komorbid seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, penyakit paru-paru, hingga gangguan mobilitas yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah haji.
“Dari total 1.312 jemaah ada 144 yang masuk kategori risti,” kata Rifan.
Selain jemaah risti, sebanyak 503 orang merupakan merupakan lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun. Jemaah lansia ini juga masuk kategori prioritas.
“Untuk jamaah prioritas telah terdata, nantinya akan ada fasilitasi dan layanan lebih dibanding jamaah lainnya salah satunya mengikuti program murur,” ujar Rif’an.
Program murur sendiri merupakan skema di mana jemaah hanya melintas di kawasan Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan saat puncak haji. Setelah bergerak dari Arafah, jemaah langsung menuju Mina tanpa menjalani mabit atau bermalam di Muzdalifah seperti prosesi haji pada umumnya.
“Dengan demikian jamaah prioritas terhindar dari kepadatan, dan bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan kesehatannya terjaga,” tambah Rif’an.






