Bayang-bayang Lebaran di Tengah Banjir, Pemerintah Genjot Penanganan di Bengawan Jero Lamongan

oleh -53 Dilihat
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau banjir Bengawan Jero.
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau banjir Bengawan Jero. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah mempercepat penanganan banjir yang masih melanda kawasan Bengawan Jero, Lamongan. Upaya ini dilakukan agar genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga dapat berkurang saat Lebaran.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kondisi jalan provinsi sekaligus penanganan banjir di Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Sabtu (14/3). Peninjauan dilakukan di depan Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Desa Simo.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta instansi terkait dalam menangani genangan banjir yang kerap terjadi di kawasan Bengawan Jero. Apalagi kali ini, banjir sudah melanda hampir empat bulan lamanya.

Yuhronur Efendi atau akrab disapa Pak Yes mengapresiasi koordinasi yang selama ini dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam upaya mengatasi banjir di wilayahnya.

“Terima kasih atas berbagai koordinasi yang telah kita lakukan bersama pemerintah provinsi maupun BBWS. Berbagai solusi satu per satu telah kita laksanakan, dan kita optimistis mudah-mudahan nanti saat Idul Fitri kondisi banjir di Lamongan sudah sangat berkurang,” tuturnya.

Menurut Pak Yes, penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero membutuhkan kolaborasi lintas kewenangan. Hal ini karena persoalan tersebut berkaitan dengan sistem sungai, pintu air, hingga infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Emil menjelaskan sejumlah langkah operasional telah dilakukan untuk mengurangi genangan di wilayah tersebut. Di antaranya dengan menambah jumlah serta jam operasional pompa di beberapa titik Sungai Bengawan Jero, mengoptimalkan manajemen pintu air, serta meningkatkan kapasitas penanganan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Keluhan warga tidak bisa kita diamkan. Karena itu kita mencari solusi operasionalnya, termasuk menambah jumlah pompa yang beroperasi dan melakukan pendekatan yang lebih spesifik sesuai kondisi di lapangan,” jelas Emil.

Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah juga memasang kantong penahan sepanjang sekitar 160 meter yang berfungsi sebagai tanggul sementara. Melalui skema ini, air diarahkan untuk sementara menggenangi badan jalan sebelum dipompa menggunakan pompa apung agar cepat surut.

“Air memang akan menggenang di jalan, tetapi kita tangani dengan pompa apung. Selain itu kami juga mempertimbangkan langkah modifikasi cuaca yang mudah-mudahan bisa dilaksanakan untuk membantu mengurangi curah hujan,” tambahnya.

Emil menegaskan, langkah-langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan jangka pendek. Hal tersebut mengingat ruas jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menginstruksikan percepatan penanganan, termasuk perbaikan jalan yang sebelumnya telah dilakukan melalui pembagian aspal.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.