KabarBaik.co, Malang – Warga Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang diduga dibuang di pinggir jalan raya kawasan Makam Sanggrahan, Jumat (15/5) siang. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di dalam gerobak tukang ahli kunci.
Saat ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB, bayi malang itu terbungkus kresek hitam dengan tali pusar yang belum terpotong. Bayi itu memiliki berat badan 2,6 kilogram dengan panjang 48 sentimeter.
Panit Reskrim Polsek Bululawang, Aipda Wahyu mengatakan, bayi tersebut masih dalam keadaan hidup ketika pertama kali ditemukan warga. Namun kondisinya sudah sangat lemah. “Kondisi bayi masih hidup dan ditaruh di dalam gerobak,” ujar Wahyu, Minggu (17/5).
Menurutnya, bayi diduga telah cukup lama ditelantarkan di lokasi kejadian sehingga mengalami penurunan kondisi kesehatan. Saat diperiksa, bayi memiliki apgar score 3-4 yang menunjukkan kondisi kritis akibat terlalu lama terpapar udara luar.
Menurut Wahyu, awalnya bayi tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Bululawang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena kondisinya terus memburuk, petugas medis merujuknya ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang.
“Awalnya bayi dibawa ke Puskesmas Bululawang, lalu dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang karena kondisinya semakin melemah,” ungkap dia. Setelah menjalani perawatan intensif selama sehari, bayi tanpa identitas itu akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (16/5) pagi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kronologi penemuan bayi bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika warga melihat adanya bungkusan mencurigakan di sebuah rombong gerobak yang berada di depan warung tepi jalan kawasan Makam Sanggrahan, tepat di depan SPBU Bululawang.
“Sekitar jam 11.00 WIB, bayi tersebut diletakkan di rombong gerobak depan warung tepi jalan. Lokasinya ada di depan Makam Sanggrahan, Wandanpuro, depannya Pom Bensin Bululawang,” jelas Wahyu.
Warga yang mengetahui adanya bayi di dalam kresek kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi bayi ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Bayi tersebut dimasukkan ke dalam kresek dengan kondisi masih ada tali pusar, ari-arinya. Setelah ditemukan warga dan dilaporkan ke petugas, bayi tersebut akhirnya kami bawa ke puskesmas,” tuturnya.
Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan menyisir lokasi sekitar untuk mencari petunjuk, termasuk mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar area kejadian.
“Kami sudah memeriksa saksi dan menyisir di sepanjang jalan. Saat penyisiran, kami juga memeriksa apakah ada kamera CCTV di sekitar lokasi,” tegasnya.
Hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui. Namun pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus tersebut. “Sementara ini memang belum kami temukan pelakunya. Namun, kami akan terus berupaya maksimal,” tandas Wahyu. (*)







