KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan agenda tahunan Bazar Ramadan tetap terselenggara pada 2026, meski dengan konsep yang lebih sederhana di pemkab
Tahun ini, jumlah stan yang disediakan dibatasi menjadi 132 lapak UMKM, lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar Anang Asfihani, menjelaskan pembatasan jumlah stan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian konsep kegiatan.
Jika pada Ramadan 2025 lalu bazar diikuti sekitar 220 pelaku UMKM, tahun ini jumlahnya dikurangi hampir setengah.
“Untuk Ramadan 2026 ini, kami siapkan 132 stan. Pelaksanaannya juga lebih singkat karena digelar hanya satu hari dan bersamaan dengan kegiatan pengajian Korpri,” ujar Anang, Jumat (27/2).
Meski jumlah peserta berkurang, Disperindag memastikan pemerataan keterlibatan UMKM tetap terjaga. Seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar tetap mendapat kesempatan tampil dalam bazar tersebut, sehingga ragam produk lokal dari berbagai wilayah masih bisa dinikmati masyarakat.
“Total ada 22 kecamatan dan semuanya kami pastikan terwakili. Jadi tetap ada keberagaman produk meski jumlah stan tidak sebanyak tahun lalu,” jelasnya.
Beragam produk akan ditampilkan, mulai dari kuliner khas Ramadan, makanan dan minuman olahan UMKM, hingga kerajinan lokal. Dengan konsep yang lebih ringkas, penyelenggara berharap pengunjung dapat menikmati bazar dengan lebih nyaman.
Anang menambahkan, seluruh pelaku UMKM yang terlibat difasilitasi stan secara gratis.
“Kami tidak menarik biaya stan, agar UMKM bisa fokus promosi dan menawarkan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)






