Belatung di Makanan Bergizi Gratis: Alarm Makin Nyaring untuk Program Gizi Nasional

oleh -739 Dilihat
d13afedb 661a 4eb9 97a5 4e00afb7111e
Menu MBG di Tuban yang berbelatung

KabarBaik.co- Temuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) berbelatung di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menjadi pergunjingan. Terutama di media sosial. Kasus itupun viral dan belakangan mendapat tanggapan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelumnya, pada hari pertama tahun ajaran baru 2025/2026, Senin (14/7) lalu, siswa SMA dan SMK di Kecamatan Tambakboyo, Tuban, menemukan pemandangan menjijikkan. Yakni, belatung bergerak-gerak di dalam paket MBG yang disajikan untuk mereka. Video rekaman siswa yang menyindir “makanan bergizi” dengan nada jijik itu pun segera viral.

Pertanyaan besar tentang kualitas dan pengawasan atas program strategis pemerintah itupun mengemuka. Insiden ini sontak menjadi tamparan kembali bagi BGN, lembaga yang mendapat kepercayaan mengurus MBG.

Kepala BGN Dadan Hindayana berdalih bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang menyalurkan makanan di Tuban tersebut baru jalan atau melayani 14 Juli 2025. ‘’Ya, baru jalan 3 hari,” ungkapnya kepada awak media,  Rabu (16/7).

Pernyataan “baru tiga hari” tersebut seolah menjadi justifikasi atas kelalaian yang terjadi. Namun, publik bertanya-tanya, apakah status “baru beroperasi” itu serta merta membebaskan penyedia dari tanggung jawab menjaga standar kebersihan dan kualitas pangan? Terutama untuk konsumsi anak sekolah?  Tentu, insiden ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi potensi bahaya kesehatan yang serius.

Dadan menegaskan, pihaknya telah memonitor kejadian tersebut dan meminta SPPG terkait untuk segera melakukan perbaikan. “Kita sudah monitor dan kita minta agar meningkatkan kualitas layanan serta lebih cermat dalam pemilihan bahan baku, pengolahan, dan penyajian,” ungkapnya. Dia juga mengklaim bahwa pada Selasa (15/7) atau sehari setelah insiden, sudah ada perbaikan dan tidak ada lagi laporan serupa.

BGN, lanjut dia, berencana menerbitkan surat edaran (SE) berisi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih ketat. Khususnya untuk penyajian sayuran dan buah dalam food tray. “Kami segera membuat edaran agar semua makanan segar yang disajikan dalam food tray, kecuali buah, minimal dicelup ke dalam air panas (jika SPPG ingin menyajikan sayuran segar),” tegas Dadan.

Namun demikian, langkah-langkah responsif tersebut tidak lantas menghilangkan kekhawatiran publik. Insiden belatung di Tuban, ditambah dengan beberapa kejadian lain seperti keracunan, menunjukkan masih adanya “ruang gelap” dalam implementasi program dengan biaya ratusan triliun rupiah ini.

Sudah kerap mengemuka pertanyaan krusial: Seberapa ketat pengawasan yang dilakukan BGN terhadap setiap SPPG, terutama yang baru beroperasi? Apakah proses verifikasi dan audit awal sudah memadai sebelum SPPG diizinkan menyalurkan makanan?

Meskipun program MBG dicanangkan sebagai “program mulia” untuk mengatasi masalah gizi, insiden-insiden seperti ini berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat. Karena itu, kejadian di Tuban dan beberapa tempat lain harus menjadi alarm bagi BGN dan seluruh pihak terkait. Evaluasi menyeluruh. Tidak hanya pada SPPG yang bermasalah, tetapi pada seluruh rantai pasok dan pengawasan program MBG di seluruh Indonesia. Keamanan pangan dan kesehatan siswa tidak bisa ditawar, apalagi hanya beralasan “baru jalan tiga hari.”

Apakah BGN akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang lalai seperti di Tuban itu ataukah insiden ini akan berlalu begitu saja dengan janji perbaikan semata? Hanya waktu dan transparansi BGN yang bisa menjawabnya. (*)

—-

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik.  Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan Klik di sini

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.