KabarBaik.co, Jember – Meski tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Bupati Jember Muhammad Fawait tetap memantau jalannya program penguatan gizi di wilayahnya. Melalui sambungan Zoom, pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut memberikan arahan khusus kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jember pada Senin malam (2/3).
Rapat koordinasi virtual tersebut digelar sebagai respons atas undangan Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan pengelola SPPG se-Kabupaten Jember. Sementara para perwakilan SPPG hadir secara langsung di Pendapa Wahyawibawagraha.
Dalam arahannya, Gus Fawait menyoroti evaluasi ketat yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengungkapkan bahwa BGN tidak segan memberikan sanksi bagi pengelola dapur yang gagal memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Bagi dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan, akan ada sanksi tegas dari BGN,” tegas Gus Fawait.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada tiga dapur SPPG di Jember yang resmi disuspensi (dihentikan sementara) oleh BGN. Hal tersebut dipicu oleh ketidaksesuaian menu yang diberikan selama bulan suci Ramadan.
“Kemarin saya menerima laporan, ada tiga dapur yang disuspensi oleh BGN karena dinilai menyajikan menu yang tidak sesuai standar selama Ramadan ini,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember mendukung penuh langkah tegas BGN demi menjamin kualitas asupan gizi bagi anak-anak maupun penerima manfaat lainnya. Menurutnya, integritas dalam pelayanan gizi adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Sebagai kepala daerah, saya mendukung penuh keputusan BGN. Saya berharap ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola SPPG di Jember agar ke depannya tidak ada lagi dapur yang terkena sanksi. Ayo, berikan hak dan pelayanan terbaik bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Sebagai bentuk motivasi, Gus Fawait berjanji akan memberikan penghargaan (awarding) di akhir tahun bagi SPPG yang mampu menunjukkan konsistensi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*)






