KabarBaik.co, Sidoarjo– Pergerakan senyap jaringan impor ponsel ilegal mulai terkuak satu per satu. Kali ini, giliran Sidoarjo yang terseret dalam pusaran kasus besar setelah Bareskrim Polri mengamankan satu truk ekspedisi berisi paket logistik mencurigakan dari sebuah ruko di Kecamatan Gedangan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Ade Safri Simanjuntak menegaskan bahwa temuan di Sidoarjo bukan kasus berdiri sendiri. Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari perkara serupa yang sebelumnya lebih dulu terungkap di Jakarta, dengan dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Menurutnya, perusahaan yang menjadi sasaran penggeledahan, PT TSL, diduga berperan sebagai ’otak operasional’ dengan memanfaatkan sejumlah perusahaan cangkang untuk meloloskan ponsel ilegal melalui jalur udara, khususnya lewat Bandara Internasional Juanda.
“Barang bukti yang kami amankan akan didalami lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (21/4)
Penelusuran kasus ini semakin menguatkan dugaan adanya jaringan terstruktur. Sebelumnya di Jakarta, penyidik menyita puluhan ribu unit ponsel didominasi iPhone dengan nilai ratusan miliar rupiah, serta ribuan aksesori. Bahkan, ditemukan pula produk lain seperti pakaian bayi dan mainan anak yang tidak memenuhi standar SNI namun sudah beredar di pasar, termasuk melalui platform daring.
Bareskrim membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam pengembangan kasus ini. Sementara itu, peran Sidoarjo kini dipandang sebagai simpul penting dalam rantai distribusi barang ilegal yang selama ini beroperasi secara tersembunyi.
“Proses masih berjalan dan akan terus kami kembangkan,” pungkasnya. (*)






