KabarBaik.co, Jember – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Sunarsi Khoris, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Jember dalam melakukan validasi ulang data kemiskinan di setiap wilayah.
Program verifikasi dan validasi (verval) ini ditargetkan rampung pada bulan April 2026 agar bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran.
Menurut Khoris, langkah Bupati Gus Fawait untuk melibatkan seluruh elemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses pendataan adalah keputusan yang tepat. Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang dikumpulkan valid dan objektif, sehingga tidak ada lagi ketimpangan dalam penyaluran bantuan.
“Bupati benar-benar ingin mendata kaitan dengan data kemiskinan di Kabupaten Jember ini benar-benar valid dan tepat sasaran. Makanya di bulan April ini harus selesai,” ujar Khoris saat dikonfirmasi melalu telepon pada Senin (20/4).
Politisi PKB itu mengakui bahwa data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2025 masih memerlukan penyempurnaan karena prosesnya yang belum tuntas. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar data dari tingkat bawah (RT/RW) hingga kabupaten memiliki akurasi yang tinggi.
“Bisa saja karena data itu, bukan tidak percaya kepada RT/RW, tapi kalau benar-benar ini semua bergerak, maka data itu benar-benar bisa valid. Jika data desil 1 sampai 4 tidak terwujud (akurat), maka bantuan bisa tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Sebagai bentuk pengawasan, Komisi D berencana memanggil sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dalam waktu dekat.
“Minggu ini kami akan memanggil beberapa pihak, Dinas Sosial (Dinsos), Badan Pusat Statistik (BPS), Pendamping PKHbdan Sekretaris Daerah (Sekda),” tegasnya. (*)






