Desa Gunungsari Kota Batu Kembangkan Wisata Edukasi Susu ‘Belajar Sambil Bermain’

oleh -921 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 04 at 3.33.45 PM
Wisata Susu Sapi Brau, Kota Batu (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu, yang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah di kawasan wisata tersebut, kini semakin menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi berbasis peternakan dan produksi susu.

Berada di kaki Gunung Banyak dengan udara sejuk dan lanskap perbukitan yang asri, kawasan ini menjadi salah satu penghasil susu sapi terbesar di Kota Batu. Potensi tersebut kemudian dikembangkan warga melalui wisata edukasi di bawah naungan Koperasi Margo Makmur Mandiri, yang beranggotakan para peternak sapi perah setempat.

Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, mengatakan wisata edukasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung terkait proses peternakan hingga pengolahan susu.

“Dalam wisata edukasi ini pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan tentang peternakan sapi perah, manfaat susu, kemudian melihat rumah produksi pengolahan susu,” ujarnya, Kamis (4/6).

Menurut Munir, kegiatan wisata edukasi dimulai dari pemaparan awal di koperasi, sebelum wisatawan diajak langsung ke kandang sapi untuk melihat proses pemeliharaan.

“Yang pertama ke kandang, di sana kita berikan edukasi pemeliharaan sapi, seperti memberi pakan, pembersihan kandang, dan memerah susu,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Munir, susu hasil perahan dibawa ke koperasi untuk melalui tahapan uji kualitas, mulai dari uji warna, rasa, hingga standar mutu lainnya. Pengunjung juga diperkenalkan pada proses penyimpanan susu melalui mesin pendingin yang menurunkan suhu susu dari sekitar 32 derajat Celsius menjadi 1,5 derajat Celsius.

“Karena susu dari peternak itu masih 32 derajat, makanya harus segera masuk mesin pendingin sampai suhu turun 1,5 derajat,” tambahnya.

WhatsApp Image 2026 06 04 at 3.34.03 PM
Muhammad Munir dengan hasil produk olahan susu sapi (foto: Putut Priyono)

Tak hanya itu, wisatawan juga mendapat edukasi mengenai distribusi dan pemasaran susu, serta proses pengolahan menjadi berbagai produk turunan seperti susu pasteurisasi, yogurt, es krim, stik susu, permen susu, hingga keju.

“Sebagian susu kami olah sendiri menjadi susu pasteurisasi dan keju, selebihnya kami kirim ke industri pengolahan susu,” ungkap Munir.

Menariknya, wisata edukasi ini banyak dikunjungi pelajar dan mahasiswa yang datang secara rombongan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi luar negeri juga pernah melakukan kunjungan studi ke lokasi tersebut. “Kami pernah menerima kunjungan dari Hiroshima University Jepang dan Chiang Mai University Thailand,” ujarnya.

Dusun Brau sendiri berjarak sekitar 7,5 kilometer dari pusat Kota Batu dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Dengan jumlah penduduk sekitar 700 jiwa serta populasi sapi perah mencapai 2.500 ekor, wilayah ini mampu memproduksi hingga 10.000 liter susu segar setiap hari.

Dalam hal ini, Dinas Pariwisata Kota Batu terus memperkuat pengembangan Desa Wisata Dusun Brau di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, sebagai destinasi wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon agrowisata unggulan yang terintegrasi dengan potensi kuliner dan pertanian lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebutkan bahwa pengembangan Dusun Brau diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata edukasi yang menyasar wisatawan lokal, keluarga, hingga rombongan pelajar di wilayah Malang Raya.

Dusun Brau dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah di Kota Batu, dengan sekitar 90 persen warga berprofesi sebagai peternak. Populasi sapi perah di wilayah ini mencapai sekitar 761-800 ekor dengan produksi susu harian sekitar 5.000 liter.

Bahkan, susu yang dihasilkan memiliki kualitas grade A dan telah menarik minat sejumlah industri pengolahan, termasuk produsen keju di Bali. Selain susu segar, masyarakat juga mengembangkan berbagai produk turunan seperti permen susu, stik susu, pia susu, keripik susu, yoghurt, hingga olahan inovatif lainnya.

WhatsApp Image 2026 06 04 at 3.34.35 PM
Jajanan tradisional Ladu produksi Desa Gunungsari (foto: Putut Priyono)

Dalam pengembangannya, Disparta Kota Batu menawarkan paket wisata edukasi dengan harga terjangkau sekitar Rp 25.000 per pengunjung. Paket tersebut mencakup pengalaman langsung memerah susu sapi, mengenal proses peternakan, hingga mencicipi produk olahan susu.

Promosi juga dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Susu Sapi Brau serta integrasi dengan destinasi wisata lain, termasuk kawasan Gunung Banyak, yang telah lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata alam dan rekreasi.

Program wisata edukasi ini juga menyasar pelajar TK dan SD melalui kegiatan field trip. Anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan sapi perah, mulai dari memberi makan, mencoba memerah susu, hingga melihat proses pasteurisasi.

Konsep ‘belajar sambil bermain’ menjadi pendekatan utama yang diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan dari sekolah-sekolah di kawasan Malang Raya.

Dari sisi ekonomi, perputaran uang dari produksi susu di Dusun Brau diperkirakan mencapai sekitar Rp 21,9 juta per hari. Dengan pengembangan sebagai desa wisata, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor tiket wisata, UMKM olahan susu, serta pengembangan homestay desa wisata.

Disparta Kota Batu juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor agrowisata, kuliner, dan ekonomi kreatif desa untuk memperkuat daya saing wisata daerah.

Selain sektor peternakan, Onny mengatakan, jika Desa Gunungsari juga memiliki potensi wisata kuliner dan hortikultura. Kampung Ladu dikenal sebagai sentra jajanan tradisional berbahan ketan yang produksinya meningkat tajam pada momen tertentu seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara itu, kawasan ini juga memiliki sentra bunga mawar potong yang berpotensi dikembangkan sebagai wisata bunga potong. Pemerintah daerah mendorong integrasi antara wisata susu, kuliner ladu, dan bunga potong dalam satu paket desa wisata tematik.

Dengan konsep tersebut, Dusun Brau diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi susu, tetapi juga destinasi wisata edukasi unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di Kota Batu. (Adv)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.