KabarBaik.co – Kasus perkelahian antara sopir truk dan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di simpang empat Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Sumobito, Jombang berakhir damai.
Insiden yang sempat viral di media sosial ini diselesaikan melalui jalur mediasi kekeluargaan, tanpa harus menempuh proses hukum.
Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo menjelaskan kejadian tersebut terjadi Selasa (23/12) sore. Setelah insiden, seluruh pihak yang terlibat diamankan dan mendapat perawatan medis di Puskesmas Sumobito.
“Setelah kondisi para pihak membaik, kami pertemukan mereka dan lakukan mediasi bersama pemerintah desa. Alhamdulillah, kedua belah pihak sepakat berdamai,” ujar Bagus, Rabu (24/12).
Dalam insiden ini, ada empat orang yang terlibat, yaitu sopir truk beserta kernetnya dari Sidoarjo, serta dua supeltas asal Kecamatan Sumobito.
Perkelahian dipicu kesalahpahaman saat pengaturan lalu lintas di perempatan yang padat.
Mediasi dilakukan dihadiri pihak kepolisian dan Kepala Desa Talunkidul. Kedua belah pihak sepakat tidak saling menuntut dan tidak membuat laporan polisi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara mediasi dan surat pernyataan bersama.
“Semua sudah sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada laporan polisi dari kedua belah pihak,” tegas Bagus.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, baik pengguna jalan maupun sukarelawan pengatur lalu lintas, untuk tetap menahan emosi dan mengedepankan komunikasi yang baik demi menghindari insiden serupa.
“Kami harap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Apapun masalah di jalan, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin,” pungkasnya.
Sebelumnya, video perkelahian ini sempat viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat kedua belah pihak saling serang menggunakan benda keras di tengah jalan, hingga sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan.
Dengan adanya kesepakatan damai, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Sumobito kembali kondusif. (*)







