Bermodal Keahlian Pijat, Pemuda Banyuwangi Keliling Dunia

oleh -183 Dilihat
IMG 20260120 WA0020
Harwin Arianto (baju hitam) saat bersama atlet balap sepeda timnas dalam ajang yang digelar di luar negeri.

KabarBaik.co – Memiliki keahlian pijat atletik menjadi berkah bagi Harwin Arianto, 31 tahun. Tak sekadar nafkah, dengan keahlian itu, pria asal Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi ini bahkan berkesempatan keliling dunia.

Harwin saat ini tercatat sebagai pemijat di Tim Nasional (Timnas) Indonesia Cycling Federation (ICF), organisasi sepeda Indonesia. Ia dipinang federasi sepeda ini sejak dua tahun lalu.

Harwin bercerita bila kemampuan sport massage ini diperolehnya sejak bangku kuliah di Jurusan Ilmu Keolahoragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2014.

“Saat itu, massage adanya di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Saya aktif di sana. Kalau sekarang sudah ada prodinya,” kata dia.

Dari situ ia mulai aktif menekuni bidang ini. Gayung bersambut, karena skill ini banyak dibutuhkan. Ketika cukup mahir, ia sering mendapat pesanan untuk memijat saat ada event olahraga di Surabaya.

“Hasilnya lumayan. Saya pernah sebulan dapat Rp 3 juta. Bagi saya nilai itu besar. Biaya kuliah saya saja per semester Rp 3,5 juta,” kenangnya.

Fakta bahwa pijat atletik bisa menghasilkan cuan yang menjanjikan itulah yang membuat Harwin kian fokus dan bersemangat. Setelah lulus kuliah, Harwin berkelana mencari guru-guru baru di bidang sport massage. Termasuk mengikuti kursus dan sertifikasi khusus untuk masseur.

Skillnya semakin terasah dan namanya kian dikenal. Hasilnya pada 2024 ia dipinang oleh federasi sepeda Indonesia.

“Awal mulanya, ada tawaran dari Pelatnas dari kepala pelatih balap sepeda. Habis itu saya ditawari untuk bergabung. Sempat dites, lolos, lalu berangkat,” ujarnya.

Sebagai Masseur di ICF, Harwin tak sekadar ditugasi sebagai tukang pijat. Dalam federasi ini, ia juga bertugas
menyiapkan beberapa program pemulihan bagi para atlet. Untuk hal ini, Harwin banyak bekerja sama dengan pelatih dan tim teknis.

Maka dari itu, kehadiran Harwin diperlukan dalam tiap pertandingan yang diikuti oleh tim nasional balap sepeda Indonesia. Termasuk dalam kejuaraan yang digelar di luar negeri.

Sejak bergabung dengan ICF, Harwin telah berangkat ke berbagai kejuaraan untuk mendampingi para atlet. Di antaranya kejuaraan yang diadakan di Malaysia, Jepang, Hongkong, Thailand, Italia, Spanyol, Prancis, hingga Amerika Serikat.

“Itu adalah kejuaraan-kejuaraannya UCI (Union Cycliste Internationale). Juga termasuk Olimpade,” tambah dia.

Setelah kesuksesan yang diperoleh tak membuat Harwin puas. Ia justru masih haus akan ilmu dan mempertajam kemampuannya.

Kini, Harwin kembali mengenyam pendidikan formal strata dua jurusan Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan kembali berkuliah, ia berharap ilmunya akan lebih lengkap dan terbarui.

“Karena ilmu kan selalu berkembang. Saya pribadi ingin terus memperbarui ilmu. Selain kursus, sekolah lagi, dan mengambil sertifikasi, dan belajar dari para dokter, saya juga usahakan selalu membaca jurnal dan buku-buku terbaru,” imbuhnya.

Harwin berharap, pijat atletik akan makin dikenal oleh masyarakat. Sehingga, akan lebih banyak manfaat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.