Awal Musim Kemarau di Jatim Diprediksi Mulai April 2026, Berpotensi Lebih Kering

oleh -173 Dilihat
Ilustrasi kemarau
Ilustrasi kemarau (AI)

KabarBaik.co, Sidoarjo – BMKG Juanda memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Jatim berpotensi berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Prediksi ini disampaikan berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan kondisi lautan yang memengaruhi pola iklim di wilayah tersebut.

Kepala Meteorologi BMKG Juanda M. Taufiq Hermawan mengatakan sejumlah indikator iklim global menunjukkan adanya potensi penguatan fenomena El Nino pada paruh kedua tahun 2026 yang dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan di Jatim.

Fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan berada dalam kondisi netral hingga pertengahan tahun 2026. Namun setelah itu, El Nino diprediksi mulai menguat pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–60 persen yang berpotensi membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding biasanya.

“Berdasarkan perkembangan kondisi dinamika atmosfer dan lautan, ENSO dan IOD diprediksi netral hingga pertengahan 2026, kemudian El Nino berpotensi menguat pada kategori lemah hingga moderat hingga akhir tahun dengan peluang sekitar 50 sampai 60 persen,” ujar Taufiq, Kamis (11/3).

BMKG memprediksi awal musim kemarau di Jawa Timur mulai terjadi pada Mei 2026 di 43 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 56,9 persen wilayah. Sementara 26 ZOM diperkirakan mulai kemarau pada April dan lima ZOM lainnya pada Juni.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal periode 1991–2020, awal musim kemarau diperkirakan mundur di 36 ZOM atau sekitar 46,2 persen wilayah Jawa Timur, sedangkan 23 ZOM diprediksi sama dan 15 ZOM lainnya lebih maju.

Untuk puncak musim kemarau 2026 diprediksi dominan terjadi pada Agustus di sekitar 53 ZOM atau 70,9 persen wilayah Jawa Timur. Adapun puncak kemarau paling awal diperkirakan terjadi pada Juli yang meliputi sekitar 15 persen wilayah.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini, mulai dari penyesuaian kalender tanam di sektor pertanian, optimalisasi penampungan air hujan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan selama musim kemarau. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.