KabarBaik.co, Yogyakarta — Drama, ketegangan, dan akhirnya takhta juara resmi kembali ke pelukan Jakarta LavAni Livin Transmedia. Di bawah tatapan langsung sang pendiri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), LavAni sukses menuntaskan perlawanan Jakarta Bhayangkara Presisi pada leg kedua Grand Final Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Amongrogo, Sabtu (25/4) malam.
Kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1 (25-22, 25-20, 19-25, 25-21) ini memastikan LavAni unggul agregat 2-0 dan resmi menyandang gelar jawara baru voli putra Indonesia.
Laga ini bukan sekadar perebutan piala, melainkan misi penebusan dosa atas memori kelam Grand Final 2025. Setahun lalu di tempat yang sama, LavAni sempat unggul dua set sebelum akhirnya dipaksa menyerah 2-3 oleh Bhayangkara.
Sejarah hampir saja berulang ketika LavAni harus kehilangan mesin poin utama mereka, György Grozer, yang terpaksa ditarik keluar akibat cedera di set ketiga dan digantikan Dimas Saputra. Kehilangan Grozer membuat ritme LavAni goyah hingga Bhayangkara mampu mencuri set ketiga dengan skor 25-19 dan memperpanjang napas mereka.
Namun, hantu masa lalu itu resmi diusir di set keempat. Tanpa Grozer, Taylor Sander menjelma menjadi pahlawan dengan performa luar biasa, mencatatkan total 25 poin sepanjang laga sebagai pendulang angka terbanyak.
Dibantu oleh kegigihan Boy Arnez dan blok rapat lini tengah, LavAni menunjukkan mentalitas baja untuk memutus perlawanan sengit dari Bardia Saadat dan Martin Atanasov yang menjadi motor serangan utama Bhayangkara. Set keempat pun ditutup dengan skor 25-22 yang sekaligus menyegel gelar juara dan menggagalkan misi hattrick kemenangan Bhayangkara Presisi.
Momen haru sekaligus bangga terlihat jelas di tribun kehormatan saat poin kemenangan diraih. SBY yang didampingi putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga menjabat menteri di Kabinet Indonesia Maju, langsung berdiri dari tempat duduk mereka.
Keduanya tampak tersenyum lebar sembari memberikan tepuk tangan meriah kepada para pemain di lapangan. Bagi SBY, kemenangan ini adalah buah dari konsistensi tim yang ia bangun sejak nol, sementara bagi dunia voli Indonesia, ini adalah penegasan dominasi mutlak LavAni yang berhasil meraih gelar juara dengan rekor kemenangan 100 persen sepanjang musim 2026. (*)






