KabarBaik.co, Yogyakarta- GOR Amongrogo tengah bergemuruh. Jakarta LavAni Livin’ Transmedia resmi membuka peluang lebar untuk mengunci gelar juara Proliga 2026 setelah berhasil merebut set pertama pada leg kedua Grand Final malam ini, Sabtu (25/4). Tim asuhan David Lee sukses menundukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor ketat 25-22.
Kemenangan di set pembuka ini menempatkan satu kaki LavAni di podium tertinggi. Mengingat kemenangan 3-1 pada leg pertama semalam (24/4), LavAni kini hanya butuh dua set lagi untuk memastikan agregat 2-0 dan berpesta sebagai jawara baru voli putra Indonesia.
Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer “hidup-mati” terasa sangat kental. Kejar-mengejar poin terjadi secara dramatis, di mana kedua tim tidak membiarkan selisih angka menjauh lebih dari dua poin hingga pertengahan set.
Di kubu Bhayangkara, pemain asing Bardia Saadat, tampil luar biasa “menggendong” timnya. Saadat menjadi lumbung poin utama melalui spike-spike tajam yang berkali-kali menembus pertahanan LavAni. Agresivitas pemain Iran ini sempat membuat pendukung LavAni ketar-ketir karena ia seolah tidak memiliki celah untuk dimatikan.
Namun, LavAni menjawab tantangan tersebut dengan kolektivitas yang lebih rapi. Duo legiun asing mereka, György Grozer dan Taylor Sander, tampil tenang dengan efektivitas serangan yang tinggi. Ketajaman mereka juga diimbangi oleh performa impresif Boy Arnez yang konsisten memberikan tekanan dari posisi outside hitter
Kejutan di set pertama ini antara lain datang dari sektor tengah LavAni. M. Malizi, sang middle blocker, tampil sebagai pembeda di momen-momen krusial. Tidak hanya fokus membendung serangan, Malizi sukses menyumbangkan 5 poin penting melalui skema quick attack yang istimewa.
Kecepatan bola-bola pendek dari Malizi terbukti gagal dibaca oleh blok Bhayangkara, memberikan dimensi serangan baru bagi LavAni saat Grozer dan Sander dijaga ketat. Kontribusi poin dari lini tengah inilah yang menjadi pembeda tipis di akhir set pertama.
Kini, tekanan sepenuhnya berpindah ke pundak anak asuh Reidel Toiran. Bagi Bhayangkara Presisi, kehilangan satu set lagi akan membuat misi mempertahankan gelar juara mereka semakin mustahil. Mereka wajib meredam variasi serangan Malizi dkk dan tetap menjaga produktivitas Bardia Saadat dan Kartin Atanasov jika ingin memaksakan laga berlanjut ke leg ketiga.
Laga kini berlanjut ke set kedua. Akankah LavAni langsung tancap gas demi kemenangan cepat dan memburu rekor tidak terkelahkan sejak fase reguler, ataukah Bhayangkara mampu bangkit dari tekanan? Satu yang pasti, takhta Proliga 2026 kini hanya berjarak dua set lagi bagi tim biru langit. (*)






