KabarBaik.co, Jember – Polsek Gumukmas bersama jajaran Polres Jember berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menewaskan SA, 23 tahun seorang pemuda warga Purwoasri, Kecamatan Gumukmas. Pelaku yang diketahui bernama RA, 25 tahun warga Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, diringkus polisi kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetyo menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan tetangga pelaku pada Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melaporkan adanya temuan mayat di dalam rumah kosong dan sudah lama terbengkalai.
“Dari informasi tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan mendalam, meminta keterangan saksi-saksi terkait. Kecurigaan kami akhirnya mengarah kepada anak pemilik rumah kosong tersebut,” ujar Andry, Rabu (10/6).
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku pada Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB di area Kecamatan Gumukmas. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan ini didasari oleh rasa sakit hati mendalam. Pelaku dan korban diketahui merupakan teman bermain sejak kecil.
“Pelaku mengaku bahwa pada masa kecilnya ia sering dibully oleh korban. Saat mereka bertemu kembali, pelaku merasa korban kembali mengejek atau mengingatkannya pada masa lalu tersebut. Pelaku yang tersinggung dan tidak terima akhirnya nekat melakukan aksi penganiayaan tersebut,” jelasnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa ini murni karena masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan korban yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ekspedisi.
Peristiwa berdarah ini diperkirakan terjadi sekitar tanggal (1/6) 2026 lalu, yang berarti jasad korban baru ditemukan setelah 9 hari berada di tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk kronologi, Andry menjelaskan, awalnya RA mengajak SA untuk minum kopi bersama. Di tengah obrolan, candaan korban memicu emosi pelaku. “Pelaku kemudian membawa korban ke rumah milik orang tuanya yang sedang kosong. Di sana, keduanya sempat terlibat cekcok mulut hingga berujung pada perkelahian fisik,” ungkapnya.
Saat pertikaian terjadi, pelaku spontan meraih toples kaca yang ada di dekatnya dan memukulkannya ke arah kepala korban hingga lemas. Karena korban terus meronta, pelaku kemudian mengikat tubuh korban. Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya dan terikat, pelaku kembali melakukan kekerasan fisik.
“Pelaku yang panik dan bingung kemudian melihat adanya senjata tajam di sekitar lokasi, lalu melemparkannya ke arah korban,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim kedokteran forensik untuk memastikan penyebab utama kematian korban, serta mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini. (*)






