KabarBaik.co, Yogyakarta- Pesta juara Jakarta LavAni Livin Transmedia yang sudah di depan mata terpaksa tertunda. Di luar dugaan, Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil bangkit dan merebut set ketiga dengan skor 25-18 dalam laga leg kedua Grand Final Proliga 2026, Sabtu (25/4) malam.
Kemenangan Bhayangkara ini tidak hanya memperkecil kedudukan menjadi 2-1, tetapi juga mengubah peta kekuatan secara drastis setelah bintang utama LavAni, Gyorgy Grozer, harus ditarik keluar lapangan akibat cedera lutut di tengah laga
Laga awalnya diprediksi akan berakhir cepat setelah LavAni mendominasi dua set pertama dengan kemenangan 25-22 dan 25-23. Namun, atmosfer di GOR Amongrogo mendadak tegang saat Grozer mengalami insiden di lapangan yang memaksanya tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Kehilangan salah satu “meriam utama” mereka menjadi pukulan telak bagi mental anak asuh David Lee. Celah ini dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara Presisi. Tanpa adanya Grozer yang biasanya menjadi fokus blok lawan, pertahanan LavAni mulai goyah. Bhayangkara pun tampil tanpa beban dan mendikte permainan hingga menutup set ketiga dengan selisih poin meyakinkan, 25-19.
Dengan hasil ini, Bhayangkara membuktikan bahwa mentalitas juara bertahan mereka masih ada. Keberhasilan mencuri set ketiga ini sekaligus menghidupkan kembali asa mereka untuk memaksakan laga hingga full set.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana strategi David Lee menambal lubang besar yang ditinggalkan Grozer di set keempat. LavAni masih memiliki Taylor Sander dan Boy Arnez, namun mereka harus bekerja ekstra keras menghadapi momentum Bhayangkara yang tengah naik.
Apakah LavAni mampu mengunci gelar juara di set keempat tanpa sang bintang, ataukah Bhayangkara akan memanfaatkan momentum ini untuk memaksakan drama set kelima? Laga kini berlanjut ke set keempat dengan tensi yang jauh lebih menegangkan. (*)






