Berprestasi Mengharumkan Nama Indonesia, Begini Kondisi Tempat Tinggal Striker Timnas U-16

Reporter: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal
oleh -4085 Dilihat
Rumah Alberto pemain Timnas U-16 yang berdiri di atas tanah Perhutani dengan ukuran 4x8 meter. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Fadly Alberto Hengga, striker Timnas Indonesia U-16 yang berlaga di Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024 hangat dibicarakan di jagat maya. Namun, dibalik prestasi itu, striker Timnas U-16 asal Kabupaten Bojonegoro hidup dan dibesarkan di rumah yang sangat sederhana.

Alberto merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan John Clif Hengga (49) pria asal Kota Timika, Papua Tengah, dengan Piana (43) perempuan asal Kabupaten Bojonegoro. Dia Bersama keluarganya tinggal di rumah dari papan kayu seluas 4×8 meter, dan berdiri di tanah yang bukan hak milik atau diatas lahan milik Perhutani. Tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Saat masuk ke tempat tinggal seluas 4×8 meter itu, pasti akan merasa iba dengan kondisi rumah Alberto sekeluarga. Bagaimana tidak, ruang tamu, kamar tidur hingga dapur menyatu tanpa sekat apapun. Di rumah itulah Alberto selama ini bersama orang tua dan adiknya yang bernama Iriana Beatrik Hengga (13).

Baca juga:  Gaduh Dugaan Pencatutan Nama Dosen Malaysia oleh Seorang Profesor Asal Indonesia

Ditemui di rumahnya, Fatakun yang merupakan kerabat Alberto menceritakan, sejak pulang dari Papua sekitar tahun 2011 lalu, Alberto bersama ibu dan adiknya tinggal di rumah yang sangat sederhana yang dibangun di atas tanah milik Perhutani. ”Ini tanah milik Perhutani, bukan tanah hak milik. Jadi sewaktu-waktu kalau dibutuhkan (oleh Perhutani) ya harus dibongkar rumahnya,” ujar Fatakun sambil menunjukkan kondisi rumah Alberto, Kamis (4/7).

Menurut Fatakun, keluarga dari bocah yang masih mengenyam pendidikan di SMKN Dander itu tak pernah mendapatkan bantuan rumah dari Pemkab Bojonegoro. Meski pernah diusulkan, namun sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari Program Bedah Rumah atau RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari Pemkab Bojonegoro.

Baca juga:  Ikhtiar Petrokimia Gresik Jaga Regenerasi Petani Indonesia

Fatakun menyatakan, kemungkinan belum mendapatkan bantuan tersebut lantaran status kependudukan keluarga Alberto baru diurus pada tahun 2021 lalu. Selain itu, kemungkinan juga terkendala terkait status tanah yang ditempati karena bukan tanah hak milik. ”Kemungkinan juga karena status tanahnya yang bukan hak milik (tanah Perhutani), saya sendiri juga kurang tahu apa alasannya,” tutur Fatakun.

Tak hanya itu, Fatakun menyebut kondisi ekonomi keluarga Alberto juga terbilang kurang mampu. Terlebih ibunya yang berstatus single parent dan mengurus dua anaknya itu hanya bekerja serabutan, seperti mencuci pakaian dan merawat anak para tetangganya. ”Untuk pekerjaannya ya seadanya. Membantu para tetangga yang membutuhkan,” bebernya.

Dengan adanya prestasi yang ditorehkan Alberto yang bernomor punggung 10 di Timnas Indonesia U-16, Fatakun berharap kepada semua pihak, khususnya Pemkab Bojonegoro, untuk memberikan apresiasi kepada keluarga Alberto. Sebab Alberto turut mengharumkan nama Bojonegoro di kancah olahraga nasional, yang pada Jumat lalu (21/6) mencetak satu gol ke gawang Timnas Singapura. ”Ya, harapannya ada kepedulian dari pemerintah daerah,” harapnya.

Baca juga:  Lupakan Piala Asia U-23 dan Olimpiade Paris, Menatap Piala Dunia 2026 dengan Skuad Mengerikan!

Ibu kandung Alberto, Piana, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anaknya yang kini tengah bergabung di Timnas Indonesia U-16 dalam Turnamen ASEAN U-16 Boy Championship 2024. ”Pokoknya senang Fadly (Alberto) bergabung dengan Timnas Indonesia,” ujar Piana.

Sebagai orang tua yang merawat Alberto seorang diri, Piana berharap anaknya mampu menjaga perilakunya dan selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak sombong. “Harapan saya agar jadi anak yang sukses dan terkabul apa yang dicita-citakan,” tandas Piana. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.