Beruntung! Di Balik Pertaruhan Starter Uston Saat Laga Persebaya Hadapi Madura United

oleh -1016 Dilihat
Dimas Wicaksono, pemain Persebaya Surabaya berusia 18 tahun. (Foto Persebaya)

KabarBaik.co – Di tengah tekanan tinggi untuk memutus rantai hasil imbang yang melekat pada Persebaya Surabaya, Sabtu (3/1) malam, pelatih sementara Uston Nawawi membuat keputusan berani yang mengejutkan publik. Ia memasukkan Dimas Wicaksono sebagai starter pada laga tandang melawan Madura United yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Awalnya, keputusan Uston itu sempat menjadi sorotan. Banyak penonton, termasuk Bonek, menahan napas. Posisi yang ditinggalkan Tony Firmansyah karena akumulasi kartu kuning diprediksi bakal diisi Mikael Tata atau Sadida Nugraha, yang dianggap memiliki pengalaman lebih matang. Namun, Uston justru memilih Dimas, pemain jebolan akademi Persebaya yang baru promosi ke tim senior pada 1 Juli 2025.

Keputusan itu terasa mengejutkan karena Derbi Suramadu merupakan laga krusial bagi Persebaya. Terlebih, lawan yang dihadapi adalah Madura United, tim yang kerap tampil menyala dan mengejutkan. Pasca era Eduardo Perez yang membuat tim dijuluki “raja remis”, Green Force sangat membutuhkan tiga poin untuk bangkit kembali. Jika seri lagi, apalagi kalah, Uston tentu bakal menuai sorotan tajam, termasuk dari suporter yang sudah lama merindukan prestasi.

Sebetulnya, banyak pihak menilai starting XI Persebaya saat menang mutlak 4-0 atas Persijap Jepara sebagai blueprint ideal permainan Bajol Ijo. Itulah karakter asli Persebaya. Namun, Uston ternyata melakukan perubahan. Salah satunya dengan menjadikan Dimas Wicaksono sebagai starter, sekaligus mencadangkan Malik Risaldi dan Koko Ari. Beruntung, keputusan tersebut berbuah manis. Persebaya menang tipis 1-0.

“Tentunya kita bersyukur bisa mendapatkan tiga poin di sini. Madura United adalah tim yang bagus. Ini hasil kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh staf. Alhamdulillah, tiga poin hari ini bisa kita amankan,” ujar Uston dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Secara permainan, Persebaya tampil dominan. Green Force mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen, serta melepaskan 9 tembakan, dengan 3 di antaranya mengarah ke gawang. Laga berjalan menarik karena kedua tim sama-sama datang dengan tren positif. Madura United menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

“Itu sangat berbahaya bagi kami, karena sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal. Untungnya pemain tetap siap dan disiplin,” jelas Uston.

Persebaya pulang membawa tiga poin krusial dari Pulau Garam. Gol tunggal Bruno Moreira menjadi penyelemat di laga sarat tensi tersebut.

Selepas jeda, Persebaya tampil lebih berani dan agresif. Tekanan mulai dibangun sejak awal babak kedua. Pada menit ke-55, peluang emas hadir lewat skema tendangan bebas. Bola liar di dalam kotak penalti sempat disambar Milos Raickovic. Sayangnya, sepakan gelandang asal Montenegro itu masih terlalu lemah dan dengan sigap diamankan kiper Madura United, Miswar Saputra.

Melihat timnya membutuhkan tambahan daya gedor, Uston melakukan langkah taktis. Ia memasukkan Malik Risaldi dan Mihailo Perovic, menggantikan Dimas Wicaksono serta Diego Mauricio. Keputusan tersebut terbukti jitu. Tempo permainan Persebaya langsung meningkat. Pada menit ke-69, Malik Risaldi mengirimkan umpan silang berbahaya dari sisi kanan yang mengarah ke Bruno Moreira. Bruno sempat mengontrol bola dan melepaskan sepakan keras, namun Miswar kembali tampil gemilang dengan melakukan blok penyelamatan.

Kebuntuan akhirnya pecah empat menit berselang. Berawal dari umpan terobosan matang Malik Risaldi, Bruno Moreira berhadapan langsung dengan kiper. Tanpa ragu, pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan mendatar yang meluncur mulus ke gawang Madura United. Persebaya unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Madura United meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-84, tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan. Kerim Palic menerima umpan cut back di depan mulut gawang dan melepaskan sepakan keras. Beruntung bagi Persebaya, bola hanya membentur mistar gawang Ernando Ari.

Di menit-menit akhir, tekanan Madura United semakin masif. Untuk menjaga stabilitas dan kedalaman lini pertahanan, Uston Nawawi menarik keluar Bruno Moreira dan memasukkan Randy May. Strategi bertahan Persebaya berjalan efektif hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga usai.

Khusus performa Dimas, berdasarkan pengamatan, ia tampil penuh semangat dan percaya diri tinggi. Sebagai starter, Dimas bermain agresuf sepanjang laga sebelum diganti pada babak kedua. Beberapa kali Dimas menciptakan peluang lewat tembakan keras yang masih mampu diblok bek Madura United, serta berkontribusi dalam build-up serangan Persebaya.

Dimas, dengan nama lengkap Dimas Wicaksono Putra Rahman, lahir di Surabaya pada 16 Juli 2007 dan kini berusia 18 tahun. Dengan tinggi 173 cm dan berat sekitar 67 kg, Dimas merupakan right winger berbakat dengan kaki kanan dominan dan mengenakan nomor punggung 26. Jebolan akademi internal Persebaya—mulai dari PS Pelindo hingga Persebaya U-20—Dimas sempat dipinjamkan ke Persiraja Banda Aceh di Liga 2, di mana ia mencatatkan satu assist. Kembali ke Persebaya, ia resmi bergabung dengan tim senior pada musim 2025/2026 dan langsung menunjukkan potensi.

Hingga 4 Januari 2026, Dimas setidaknya telah tampil empat kali di BRI Liga 1 bersama tim senior. Ia debut sebagai pemain pengganti saat melawan Bali United, lalu tampil melawan Semen Padang, Dewa United, dan puncaknya sebagai starter kontra Madura United. Jam terbangnya pun bertambah, meski belum mencetak gol atau assist di level senior. Performa Dimas menjanjikan. Kecepatan, dribel lincah, serta versatilitas—yang juga memungkinkannya bermain sebagai bek kanan—membuatnya kerap mendapat pujian sebagai talenta potensial.

Terlepas dari perubahan starting XI tersebut, kemenangan atas Madura United mengerek Persebaya ke peringkat kelima klasemen sementara, meski selisih poin dengan rival papan atas seperti Borneo FC dan Persija Jakarta masih cukup lebar. Pasalnya, pada hari yang sama, kedua tim tersebut juga sama-sama meraih kemenangan. Persija menang 2-0 atas Persijap Jepara, sementara Borneo FC mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1.

Pada laga berikutnya, sekaligus laga pamungkas paruh pertama BRI Super League 2025/2026, Persebaya akan menjamu Malut United pada 10 Januari 2026, pukul 15.30 WIB, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Pertandingan ini wajib dimenangkan Bajol Ijo, meski tidak akan mudah. Malut United saat ini berada di papan atas klasemen. Dari 15 pertandingan, Malut menempati peringkat keempat dengan 31 poin, sementara Persebaya, dengan 16 pertandingan, baru mengoleksi 25 poin.

Publik juga masih menunggu debut Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala baru Persebaya Surabaya. Apakah ia akan langsung memulai kiprahnya pada laga melawan Malut United, atau justru menunggu hingga paruh kedua musim. Publik juga penasaran apakah Tavares akan membawa asisten pelatih baru serta tambahan skuad anyar.

Yang pasti, para pendukung Persebaya terus haus gol dan prestasi. Pada musim ini, banyak pihak menilai langkah Persebaya menuju gelar juara cukup berat, mengingat catatan tujuh kali hasil imbang. Target realistis adalah tetap bersaing di papan atas, dengan ambisi wajib juara pada 2027 sebagai kado 1 Abad Persebaya yang berdiri sejak 1927. Pada musim lalu, Persebaya finis di peringkat keempat dengan 56 poin, di bawah Persib Bandung (69 poin), Dewa United (61 poin), dan Malut United (57 poin). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.