KabarBaik.co – Upaya pemenuhan gizi anak di Kabupaten Kediri terus digenjot. Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pembangunan tiga dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rampung tahun ini.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 10 ribu anak mulai PAUD hingga SMA melalui program makan bergizi gratis.
Tenaga ahli BGN, Achmad Khudori, menyebut tiga dapur gizi itu akan dibangun di Kecamatan Kandat, Plosoklaten, dan Papar. Pembangunan menggunakan konsep pinjam pakai lahan milik Pemkab Kediri sehingga tidak membebani anggaran daerah.
“Tujuannya percepatan program makan bergizi gratis, agar anak-anak kita segera mendapat makanan sesuai standar gizi,” ujarnya, Selasa (26/8).
Setiap dapur gizi ditargetkan bisa melayani 3.000 hingga 3.500 penerima manfaat di wilayah sekitarnya, bahkan jumlahnya bisa bertambah menyesuaikan kebutuhan. Mekanisme pelayanan akan dibagi dua, pagi hari untuk PAUD hingga kelas rendah SD, dan siang hari untuk SMP hingga SMA.
Nilai porsi makanan pun dibedakan, Rp 8.000 untuk PAUD sampai kelas 3 SD, dan Rp 10.000 untuk kelas 4 SD hingga SMA. Seluruh menu dipastikan bebas bahan pengawet dan kimia tambahan, serta diawasi langsung oleh ahli gizi.
“Secara total, kami sudah memiliki lebih dari 10 dapur gizi yang beroperasi di Kabupaten Kediri. Targetnya, tahun ini tiga tambahan dapur bisa segera selesai dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambah Khudori.
Melalui program ini, BGN berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dapat mempercepat pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Kediri. Dengan begitu, kualitas kesehatan generasi muda semakin meningkat sekaligus mendukung keberhasilan program makan bergizi gratis. (*)






