KabarBaik.co, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama industri hulu minyak dan gas (migas) kembali menyalurkan bantuan sosial kepada ribuan nelayan di wilayah pesisir. Sebanyak 4.895 paket bantuan disiapkan untuk membantu nelayan menghadapi musim paceklik yang berdampak pada menurunnya hasil tangkapan.
Penyaluran bantuan diawali secara simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, kepada 200 nelayan di Kecamatan Ujungpangkah, Rabu (11/3). Selanjutnya, bantuan akan disalurkan secara bertahap di wilayah masing-masing nelayan penerima.
Kegiatan bertajuk ‘Bhakti Nelayan Berdaulat’ yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, industri migas, hingga komunitas nelayan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Gresik AKBP Ramadan Nasution, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Gresik Eko Anindito Putro, jajaran Forkopimcam Ujungpangkah, serta perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Hadir pula sejumlah perusahaan migas seperti PGN Saka, Pertamina EP Poleng, Prima Energi, Pertamina WMO, dan Petronas.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan bahwa Kabupaten Gresik memiliki potensi perikanan yang besar karena didukung garis pantai yang panjang dan jumlah nelayan yang cukup banyak. Namun, nelayan kerap menghadapi tantangan saat musim paceklik.
“Pada masa tersebut hasil tangkapan menurun sehingga berdampak pada pendapatan nelayan,” ujar Alif.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada nelayan, termasuk melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
“Kami berkomitmen mendukung keberlanjutan usaha perikanan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir,” kata dia.
Alif juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan perusahaan yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jabanusa yang berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas serta perusahaan seperti PGN Saka Energi Indonesia, Petronas, dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore yang telah menunjukkan kepedulian kepada nelayan Gresik,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban nelayan dan keluarganya sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Gresik Eko Anindito Putro menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga nelayan di Gresik semakin mandiri dan sejahtera,” katanya.
Perwakilan SKK Migas Jabanusa Dimas Ario Rudhy Pear, menambahkan bahwa kolaborasi program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di sekitar wilayah operasi migas.
“Bantuan ini diharapkan bisa membantu nelayan menghadapi cuaca ekstrem sekaligus meningkatkan produktivitas mereka,” ujarnya.(*)






