BI Bidik Rp 17 Miliar Transaksi QRIS pada 2026, Siap Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital

oleh -132 Dilihat
Ekonom senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Bandung – Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah besar pada 2026 dengan menjadikan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tidak lagi sekadar alat pembayaran domestik, melainkan sebagai motor baru
pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Target yang dipasang pun ambisius. BI membidik 17 miliar transaksi dalam setahun, 60 juta pengguna, serta 45 juta merchant aktif, sekaligus memperluas penggunaan QRIS ke delapan negara.
Hal tersebut disampaikan Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi, dalam kegiatan Capacity Building Media BI Jawa Timur 2026 di Bandung, Sabtu (14/2).

Menurut Willy, perkembangan QRIS selama enam tahun terakhir menunjukkan transformasi besar dalam sistem pembayaran Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019 dengan sekitar 1,6 juta pengguna, jumlahnya melonjak menjadi sekitar 43 juta pengguna pada 2025, dengan total transaksi mencapai 15,51 miliar.

“Pertumbuhannya eksponensial. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan perilaku ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, sekitar 95 persen merchant QRIS berasal dari sektor usaha mikro. Fakta ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran di Indonesia justru bertumpu pada ekonomi akar rumput.

Melalui satu standar QR code nasional, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital. Standardisasi tersebut membuat biaya transaksi lebih rendah dan mempercepat adopsi di masyarakat.

Bagi pelaku usaha, QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga pintu masuk menuju inklusi keuangan. Saat pelaku UMKM terdaftar sebagai merchant dan membuka rekening, mereka otomatis masuk dalam ekosistem keuangan formal, sehingga peluang memperoleh akses pembiayaan menjadi semakin terbuka.

Setelah sukses di dalam negeri, BI kini memperluas pemanfaatan QRIS melalui kerja sama pembayaran lintas negara (cross-border). Hingga kini, kolaborasi telah terjalin dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Melalui skema tersebut, wisatawan Indonesia dapat bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik tanpa perlu mengunduh aplikasi baru. Sebaliknya, wisatawan dari negara mitra juga dapat melakukan pembayaran langsung di Indonesia.

Dari sisi ekonomi, peluangnya dinilai sangat besar. Dengan jutaan merchant domestik, terutama pelaku usaha mikro, terbuka kesempatan menerima pembayaran langsung dari wisatawan mancanegara.

Memasuki 2026, BI mengusung semangat kemerdekaan digital melalui penguatan ekosistem QRIS. Sejumlah program disiapkan untuk mempercepat pencapaian target, salah satunya melalui kegiatan QRIS Jelajah Indonesia yang terbukti mampu meningkatkan volume transaksi.
Tahun ini, BI juga tengah menyiapkan program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, yang bertujuan mengangkat potensi kuliner daerah sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pembayaran digital.

Willy menegaskan, keberhasilan sistem pembayaran digital sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Karena itu, peran media dinilai strategis dalam membangun narasi edukatif dan positif terkait penggunaan QRIS, termasuk pengembangan QRIS antarnegara.

“QRIS hari ini bukan sekadar alat bayar. Ini simbol kedaulatan sistem pembayaran Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Dengan capaian yang terus meningkat serta target ekspansi yang agresif, QRIS diproyeksikan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.