BI Proyeksikan Inflasi Ramadan-Lebaran Tembus di Atas 3 Persen, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

oleh -68 Dilihat
BI memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini berpotensi berada sedikit di atas 3 persen. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jakarta – Memasuki Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026, perhatian publik kembali tertuju pada pergerakan harga kebutuhan pokok. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini berpotensi berada sedikit di atas 3 persen.

Meski lebih tinggi dari sasaran target, Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, memastikan tekanan inflasi tersebut masih dalam kondisi terkendali. Menurutnya, kenaikan inflasi lebih banyak dipengaruhi faktor administered prices atau harga yang diatur pemerintah, terutama efek basis dari kebijakan diskon listrik pada tahun lalu.

“Dampaknya masih terasa sampai Januari, Februari, dan Maret 2026,” ujar Aida, dikutip Minggu (22/2).

Sebagai gambaran, inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut mencerminkan adanya tekanan, namun tetap berada dalam jalur yang terpantau oleh otoritas moneter.

Dari sisi pangan, BI melihat kondisi yang relatif terjaga. Musim panen hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit menjadi faktor penopang stabilitas pasokan. Ketersediaan komoditas ini dinilai mampu meredam lonjakan harga yang biasanya terjadi saat permintaan meningkat di periode Ramadan.

Pemantauan harga yang dilakukan secara mingguan juga menunjukkan pergerakan yang masih sesuai proyeksi BI. Otoritas optimistis kondisi ini dapat bertahan hingga Maret 2026.

“Kami melakukan monitoring mingguan untuk harga-harga, dan semuanya masih dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia,” tegas Aida.

Ke depan, pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), seluruh kantor perwakilan BI, serta kementerian terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Selain itu, BI juga meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Berbeda dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang telah berjalan sebelumnya, program ini menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi, kecukupan pasokan, dan kelancaran distribusi.

Peluncuran GPIPS telah dilakukan di Sumatra Selatan dan akan diperluas ke berbagai daerah bersama pemerintah pusat dan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang di tengah dinamika ekonomi.

Dengan kombinasi penguatan pasokan, pemantauan harga yang ketat, serta koordinasi lintas lembaga, BI meyakini inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 tetap terkendali, meski berpotensi sedikit melampaui 3 persen. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.