BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Dini, Kota Batu Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem

oleh -296 Dilihat
Hujan deras menyebabkan banjir di Kota Batu beberapa waktu lalu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. Cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya Monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer, serta kondisi suhu muka laut yang hangat.

Kombinasi faktor ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada fase puncak musim hujan.

“Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang,” ujar Taufiq. Ia menambahkan, wilayah dengan topografi pegunungan dan lereng curam, seperti Kota Batu, memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi terhadap dampak cuaca ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan informasi cuaca terkini, serta menghindari aktivitas di area rawan bencana saat hujan lebat berlangsung.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak terkait apabila terjadi kejadian yang membahayakan akibat cuaca ekstrem.

Untuk mendukung mitigasi risiko, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca 24 jam melalui telepon dan WhatsApp, serta kanal resmi radar cuaca dan peringatan dini, guna meminimalkan dampak bencana di masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.