Bojonegoro Raih Tiga Penghargaan pada Peringatan BBGRM ke-XXI dan HKG PKK ke-21 Provinsi Jatim 2024

oleh -248 Dilihat
WhatsApp Image 2024 06 12 at 14.33.56 scaled
PJ Gubernur Jatim Adhi Karyono memberikan penghargaan kepada PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke- XXI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-21 Provinsi Jatim Tahun 2024 merupakan momentum strategis untuk mengimplementasikan nilai dan semangat kegotongroyongan di masyarakat.

Selain itu, momen tersebut sekaligus upaya menyegarkan kembali kedudukan dan peran TP PKK menjadi bagian yang tidak terpisahkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Empat hari lamanya sejak pembukaan tanggal 7 sampai 11 Juni, peringatan BBGRM dan HKG PKK Provinsi Jatim 2024 berlangsung meriah di Alun-alun Kota Blitar.

Penjabat Gubernur Jatim Adhi Karyono mengapresiasi seluruh peserta kabupaten/kota se-Jatim atas partisipasi serta suksesnya penyelenggaraan BBGRM yang diperingati setiap tahun. Istimewanya pelaksanaan peringatan BBGRM Ke-XXI dan HKG Ke-52 Provinsi Jatim 2024 pada bulan ini masuk pada peringatan Bulan Bung Karno di Kota Blitar.

“Jadi inti dari Pancasila adalah gotong royong, maka tidak salah sangat relevan bahwa gotong royong merupakan inti dari setiap sendi-sendi kehidupan,” ujar Adhi Karyono. Menurutnya, bulan bhakti gotong royong bisa menjadi starter buat semuanya agar Jawa Timur maupun Indonesia menjadi lebih maju. ”Maka harus menjaga budaya kita yaitu gotong royong,” lanjutnya.

Adhi juga memberikan apresiasi anugerah penghargaan kepada kabupaten/kota yang melaksanakan gotong royong terbaik dan insan inovatif pada peringatan BBGRM Ke-XXI Provinsi Jatim 2024. Adapun para pemenangnya adalah:

Kategori Desa:

  1. Terbaik I, Desa Ngebab Kec. Pujon, Kab. Malang.
  2. Terbaik II, Desa Pajeng Kec. Gondang, Kab. Bojonegoro.
  3. Terbaik III, Desa Krandegan Kec. Kebonsari, Kab. Madiun.
  4. Terbaik IV, Desa Gedeg Kec. Gedeg, Kab. Mojokerto.
  5. Terbaik V, Desa Petahunan , Kec. Sumbersuko, Kab. Lumajang.

Kategori Kelurahan:

  1. Terbaik I, Kel. Rembang, Kec. Sananwetan, Kota Blitar.
  2. Terbaik II, Kel. Kapasari, Kec. Genteng, Kota Surabaya.
  3. Terbaik III, Kel. Manisrejo Kec. Taman, Kota Madiun.

Selain itu, Pj Gubernur Jatim juga memberikan penghargaan kepada Rohmad Ainul Yaqin asal Kecamatan Margomulyo yang meraih juara II inovasi teknologi tepat guna. Sedangkan, POSYANTEKDES Margo Trokal Desa Margomulyo meraih juara III Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna.

PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto mengucapkan terima kasih kepada kades dan seluruh peserta yang menerima tiga penghargaan sekaligus. Prestasi tersebut akan menjadi langkah awal bagi Kabupaten Bojonegoro agar semakin maju, sukses, dan semakin baik.

“Mudah-mudahan dengan penghargaan ini menjadi modal memacu semangat untuk semua warga Bojonegoro. Memberikan inovasi-inovasi dalam membangun Bojonegoro agar semakin maju dan semakin hebat dan Sejahtera,” ujar PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto.

Seperti diketahui, kegiatan gotong royong di Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan dengan melibatkan kelembagaan masyarakat di desa dan kelurahan (TP PKK, karang taruna, RT/RW, lembaga pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan), serta multistakeholder terkait lainnya yang merupakan mitra pemerintah dalam rangka mengintervensi dan akselerator pembangunan.

Salah satu potret pelaksanaan gotong royong masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, tim penilai dapat melihat dan memotret kegiatan-kegiatan di berbagai aspek. Mulai bidang kemasyarakatan, lingkungan, ekonomi, maupun sosial, hingga budaya keagamaan di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, yang sebelumnya telah lolos pada tahapan administrasi dan presentasi di beberapa kesempatan.

Kegotongroyongan di Desa Pajeng ini sebagai bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masyarakat desa benar-benar masih ada. Tidak hanya simbol atau jargon belaka, tetapi telah menjadi budaya, karakter yang mengakar secara turun menurun dari nenek moyang yang sampai saat ini masih terus dilaksanakan. Utamanya dalam wujud “Lumbung Kemakmuran dan Rukun Kematian.”

Keduanya merupakan bentuk inovasi yang murni dilaksanakan karena adanya komitmen bersama yang didasari oleh nilai-nilai leluhur. Lumbung Kemakmuran sebagai wujud masyarakat pajeng guyub rukun menyisihkan sebagai hasil panen untuk dikumpulkan, dan selanjutnya dikembangkan melalui kegiatan simpan pinjam. Hasilnya diperuntukkan kembali menjadi suatu bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Pajeng sendiri, seperti pembangunan irigasi, pembelian tanah untuk sekolahan, dll.

Adapun Rukun Kematian, masyarakat Desa Pajeng secara ikhlas mengumpulkan bantuan kepada keluarga yang berduka. Hal ini dilakukan tanpa adanya paksaan, tetapi lebih pada semangat gotong royong dan saling membantu meringkankan beban keluarga yang sedang kesripahan agar jenazah mendapatan pulasara/pengurusan pemakamannya. Bahkan tahlilan 7 hari secara layak dan sesuai dengan syariat agama. Inilah yang menjadi inspirasi untuk bersinergi dengan program bantuan santunan duka dari Pemkab Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.