KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah menetapkan status Bengawan Solo di wilayahnya pada level siaga merah. Hal tersebut berdasarkan tinggi muka air Bengawan Solo yang mencapai 14.34 MDPL pada Rabu (22/1) pukul 14.00 WIB.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny, naiknya tinggi muka air Bengawan Solo akibat kiriman air dari daerah hulu sungai Bengawan Solo yang mengalami hujan lebat l. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa kabupaten di daerah hulu Bengawan Solo menjadi naik.
Data BPBD Bojonegoro menyebutkan tinggi muka air Bengawan Solo di daerah hulu tepatnya di Bendungan Karangnongko mencapai 28.29 MDPL pada pukul 14.00 WIB. Sementara di Taman sungai Bengawan Solo (TBS) yang terdapat di Kelurahan Ledokwetan, Kecamatan Kota Bojonegoro mencapai 13.34 MDPL.
“Untuk tren Bengawan Solo sudah masuk siaga merah, dan tren mengalami kenaikan sehingga warga agar selalu waspada mengingat kondisi cuaca diprediksi akan mengalami hujan di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Kalaksa BPBD Laela Noer Aeny, Rabu (22/1).
Menurut Aeny, pihaknya juga telah menyiapkan tempat pengungsian jika sewaktu-waktu air masuk ke pemukiman warga bantaran sungai Bengawan Solo. “Selain itu personel, logistik, doorlatch juga telah kita siapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” tegasnya. (*)








