BPBD Pasuruan Libatkan Kementerian Jepang untuk Penanggulangan Banjir

oleh -417 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 18 at 09.41.17
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi paparkan kegiatan ke rombongan dari Jepang. (Foto: Zia Ulhaq) 

KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang, bersama The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS). Kunjungannya untuk melaksanakan kerja sama dalam urusan penanggulangan banjir.

Rombongan METI yang diketuai Hayamizu Takashi selaku Principal Assistant Director International Affairs Division Kanto Bureau, Ministry of Economy, Trade and Industri mengawali kunjungannya ke Desa Prodo, salah satu desa terdampak banjir paling parah di Kabupaten Pasuruan.

Hayamizu dan rombongan didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melihat kondisi terkini dari desa yang pernah dilanda banjir bandang pada 2024 lalu itu.

Menurut Hayamizu, penanganan bencana di Kabupaten Pasuruan sudah bagus. Hanya saja pihaknya akan mendalami lebih jauh tentang penanganan kebencanaan, utamanya banjir di wilayah terdampak agar volumenya bisa terus berkurang, bahkan tak ada lagi banjir yang terjadi setiap tahunnya.

“Kami dengar bahwa Kabupaten Pasuruan salah satu wilayah yang mengalami kesulitan saat bencana banjir parah. Hari ini kami ingin datang langsung ke lokasi memikirkan solusi terbaik untuk mengatasinya,” kata Hayamizu.

Rencananya kunjungan pertamanya ini akan berlanjut pada akhir tahun ini atau awal tahun 2026 mendatang. Menurut Hayamizu, kedatangan kedua kalinya dipastikan akan membawa sebuah hasil dan kesimpulan penanganan kebencanaan di Kabupaten Pasuruan.

“Mungkin dalam tahun ini atau tahun depan kami ingin datang lagi ke sini, berdiskusi lagi dan merumuskan kesimpulan penanganan bencana, khususnya banjir di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi berterima kasih atas kedatangan rombongan METI Jepang maupun AOTS. Menurutnya, kedatangan para pakar kebencanaan Jepang tersebut betul-betul dimanfaatkan untuk sharing session sekaligus berdiskusi seputar permasalahan kebencanaan dan solusinya.

“Kalau dalam hal kebencanaan, kita sudah banyak melakukan cara, mulai pra, ketika bencana terjadi sampai pasca bencana. Namun kita masih harus terus mencari banyak referensi agar penanggulangan kebencanaan, khususnya banjir semakin efektif, efisien dan cepat,” jelas Sugeng.

Perihal kebencanaan, Kabupaten Pasuruan bisa disebut daerah dengan potensi bencana terbanyak di Jawa Timur. Mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, sampai kegagalan teknologi.

Menurut Sugeng, Pemkab Pasuruan terus berkomitmen dengan seluruh pihak untuk meminalisir potensi terjadinya bencana dengan sosialisasi, edukasi dan kegiatan penting lainnya. “Yang namanya sosialisasi, edukasi, sampai penanganan kebencanaan terus kami lakukan. Semua itu untuk kemanusiaan dan keselamatan warga Pasuruan,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.