BPS Catat NTP Februari 2026 Tembus 125,45, Mentan Amran: Cetak Rekor Baru

oleh -28 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 30 at 14.51.06
Aktivitas petani Indonesia. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 naik menjadi 125,45 atau meningkat 1,50 persen dibandingkan Januari 2026. Angka tersebut mencetak rekor baru dalam periode penghitungan NTP dan mencerminkan rasio harga yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang dibayar.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan capaian NTP tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan daya beli petani nasional, seiring rangkaian deregulasi, efisiensi anggaran, dan transformasi pertanian menuju sistem modern.

“Capaian ini menjadi rekor baru. Ini bukti kebijakan kita di lapangan mulai dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya, Senin (2/3).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

“Pada Februari 2026, NTP tercatat sebesar 125,45 atau naik 1,50 persen dibandingkan Januari 2026. Kenaikan ini menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani mengalami perbaikan,” ujar Ateng.

Ia merinci, lt pada Februari 2026 tercatat sebesar 158,38 atau naik 2,17 persen dibanding bulan sebelumnya. Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain cabai rawit, karet, kelapa sawit, dan bawang merah.

“Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen menjadi 126,24. Peningkatan ini antara lain dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ateng menyampaikan bahwa secara subsektor, sebagian besar mengalami kenaikan NTP. Subsektor hortikultura mencatat kenaikan tertinggi, dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026 atau naik 16,68 persen.

“Selain hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,24 persen, peternakan naik 1,68 persen, dan perikanan naik 0,72 persen. Untuk perikanan, NTP nelayan naik 0,35 persen dan NTP pembudidaya ikan meningkat 1,32 persen,” tambahnya.

Adapun subsektor tanaman pangan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan, dari 113,43 pada Januari menjadi 112,43 pada Februari 2026 atau turun 0,88 persen.

Secara umum, perkembangan NTP Februari 2026 menunjukkan tren positif bagi sektor pertanian nasional, sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan peningkatan kesejahteraan petani.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.