Bulog Bojonegoro Klaim Pembelian Gabah Sesuai HPP Rp 6.500 per Kilogram

oleh -119 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 11 at 15.34.01
Petani Bojonegoro memanen tanaman padi dengan alat combi. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pada masa panen raya awal tahun 2026, sejumlah petani di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengaku menjual gabah kering panen (GKP) kepada tengkulak dengan harga di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Menanggapi hal itu, Perum Bulog Cabang Bojonegoro menegaskan bahwa pihaknya melakukan pembelian gabah dari petani sesuai dengan HPP yang berlaku. Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said, mengatakan bahwa pembelian gabah di tingkat petani telah mengikuti ketentuan pemerintah, yakni sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Menurutnya, pembelian gabah dilakukan melalui Tim Jemput Pangan (TJP) maupun Mitra Pengadaan Pangan (MPP) Bulog dengan sistem pembelian di pinggir sawah atau siap angkut.

“Pembelian Bulog melalui Tim Jemput Pangan (TJP) atau Mitra Pengadaan Pangan (MPP) dilakukan sesuai HPP sebesar Rp6.500 di pinggir sawah atau siap angkut. Sehingga biaya panen maupun penyewaan alat combi merupakan biaya di luar HPP,” ujar Umar Said, Rabu (11/3).

Umar menjelaskan, meskipun HPP ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram sebagai harga minimal pembelian, harga di lapangan masih dapat bervariasi karena adanya biaya pengangkutan gabah ke gudang atau pabrik pengolahan Bulog.

“Untuk pengangkutan gabah oleh TJP dan MPP Bulog dari sawah ke pabrik pengolahan ditetapkan biaya angkut dengan plafon maksimal Rp200 per kilogram yang dibayarkan kepada mitra angkutan Bulog,” tambahnya.

Umar menyayangkan masih adanya tengkulak yang membeli gabah petani di bawah HPP. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan penjualan hasil panen sepenuhnya merupakan kewenangan petani, apakah akan dijual kepada Bulog, pihak swasta, maupun tengkulak.

Ia menyebutkan, Bulog terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan harga gabah di tingkat petani tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Bulog terus berkoordinasi aktif dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, PPL, serta Babinsa di seluruh wilayah. Apabila ditemukan harga gabah di bawah HPP, tim Bulog siap menjemput bola dengan melakukan pembelian langsung kepada petani,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro Mahmud Ridlwan Yusuf menepis jika harga GKP di Bojonegoro di bawah HPP. Menurutnya, harga GKP di masa panen raya ini masih berada di atas HPP. ‘’Harga GKP antar desa tidak sama. Tapi, yang jelas masih di atas HPP,” Ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sigit Kushariyanto meminta agar Satgas Pangan di Bojonegoro harus turun tangan untuk menyikapi masih adanya gabah petani yang dibeli dengan harga di bawah HPP.

“Satgas Pangan, Bulog, dan DKPP Bojonegoro harus turun untuk mengatur pasar, sehingga tidak dikuasai tengkulak. Kasihan petani jika dibeli dengan harga di bawah HPP,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.