KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mulai menyalurkan insentif bagi guru ngaji, modin, dan guru agama nonmuslim.
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para pengabdi pendidikan keagamaan dalam membina moral masyarakat Jember.
Kepala Bagian Kesra Setdakab Jember, Nurul Hafid Yasin, menyampaikan bahwa penyaluran ini masuk dalam program Tahun Anggaran 2026. Ia menegaskan pentingnya peran tokoh agama sebagai garda terdepan pembentuk karakter bangsa.
“Pemerintah Kabupaten Jember ingin memberikan apresiasi kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang telah berperan besar membimbing kehidupan beragama di masyarakat,” ujar Hafid, Rabu (11/3).
Penyaluran Maraton dan Transparan
Pada tahap kali ini, insentif disalurkan kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Karena waktu menuju Lebaran relatif singkat, penyaluran dilakukan secara maraton agar seluruh penerima bisa segera merasakan manfaatnya,” tambah Nurul.
Suasana penuh syukur terlihat di Balai Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Salah satu penerima, Yuliana Ika, seorang guru ngaji yang telah mengabdi selama hampir sepuluh tahun, mengaku sangat terbantu dengan proses pencairan yang cepat.
“Prosesnya mudah, cukup membawa KTP dan buku tabungan untuk verifikasi. Alhamdulillah, nominal tahun ini terasa lebih besar dan sangat membantu menjelang hari raya,” ungkap Yuliana.
Ibu yang juga aktif mengajar di Raudhatul Athfal (RA) ini membangun mushola di atas lahan pribadi secara swadaya sebagai tempat mengaji anak-anak sekitar. Baginya, mengajar adalah panggilan hati. Rencananya, sebagian dana insentif tersebut akan ia gunakan untuk membantu renovasi mushola miliknya yang kini tengah diperbaiki.
Ia pun berharap agar ke depannya pendataan bisa semakin luas.
“Harapannya, guru-guru ngaji lain yang belum terdata bisa segera merasakan perhatian serupa dari pemerintah,” pungkasnya. (*)






