KabarBaik.co, Jombang – Pepatah “banyak jalan menuju Roma” tampaknya benar-benar dijalani Teman Hariono (51). Pedagang asongan asal Kecamatan Peterongan, Jombang ini membuktikan mimpi berangkat haji bisa diraih dari usaha kecil yang dilakukan secara konsisten.
Selama puluhan tahun, Teman Hariono berkeliling dari satu keramaian ke keramaian lain. Dengan tas dagangan di pundak, ia menjajakan barang di terminal, dalam bus, hingga acara hajatan dan pertunjukan rakyat.
Bagi warga Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo ini, berjualan bukan sekadar mencari nafkah. Ada mimpi besar yang terus ia kejar bersama sang istri, Jumilah (50), yakni menunaikan ibadah haji. “Yang penting halal dan bisa menyisihkan sedikit demi sedikit,” ujar Teman Hariono, Senin (27/4).
Perjalanan panjang itu dimulai sejak 1988, jauh sebelum ia menikah. Saat itu, ia sudah terbiasa berpindah-pindah tempat untuk menawarkan dagangannya, mulai dari bus hingga pentas seni seperti jaranan dan reog.
Setelah menikah pada 1997, perjuangan semakin berat. Namun, ia dan istrinya saling menguatkan di tengah penghasilan yang tak menentu.
Di awal berjualan, Teman Hariono hanya mendapatkan sekitar Rp35 ribu per hari. Seiring waktu, penghasilannya meningkat hingga sekitar Rp300 ribu per hari.
Ia pun tak ragu pergi jauh ke luar kota, seperti Jepara, demi menambah pemasukan. “Kadang harus pergi jauh, tapi saya jalani saja. Yang penting ada hasil untuk keluarga dan tabungan haji,” katanya.
Dari penghasilan tersebut, pasangan ini disiplin menabung. Nominalnya tak besar, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung kondisi. “Tidak harus banyak, yang penting rutin. Lama-lama terkumpul juga,” ujarnya.
Hasilnya mulai terlihat pada 2012, saat mereka berhasil mendaftar sebagai calon jemaah haji. Namun, mereka masih harus menunggu lebih dari satu dekade untuk berangkat.
Penantian itu akhirnya terjawab. Pada tahun ini, Teman Hariono dan istrinya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” ucapnya haru.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan sebanyak 1.267 calon jemaah haji (CJH) asal Jombang akan berangkat pada 6-7 Mei 2026.
Mereka terbagi dalam kloter 60, 61, 62, dan 63 melalui Embarkasi Juanda Surabaya. “Jika ada kekosongan di daerah lain, kemungkinan bisa diisi oleh jemaah dari sini,” kata Ilham. (*)






