KabarBaik.co, Mojokerto – Jalur penyelamat di kawasan rest area turunan AMD Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, direvitalisasi. Perbaikan dilakukan oleh puluhan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto bersama warga setempat.
Mereka bahu-membahu memperbaiki benteng pengaman yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat usia serta kerap dihantam kendaraan yang mengalami rem blong.
Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam, mengatakan revitalisasi dilakukan secara manual. Relawan mengganti karung sekam yang rusak dengan yang baru, serta mengumpulkan sekam padi yang tercecer untuk dimasukkan kembali.
“Ada sekitar 350 karung sekam yang digunakan. Kami tata ulang sepanjang 30 meter dengan tinggi sekitar 1,5 sampai 1,8 meter,” ujar Saiful, Senin (27/4).
Ia menjelaskan, kondisi benteng sebelumnya sudah tidak optimal karena sekam mulai lapuk. Selain faktor usia, kerusakan juga disebabkan benturan berulang dari kendaraan yang gagal mengendalikan laju di turunan curam.
“Kondisinya sudah tidak bagus, kurang berfungsi maksimal sebagai benteng penyelamat,” jelasnya.
Material sekam padi dan karung yang digunakan merupakan bantuan dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Saiful mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur ekstrem tersebut, khususnya dari arah Cangar menuju Pacet yang didominasi turunan tajam. “Fungsi benteng sekam ini untuk mengurangi risiko fatalitas kecelakaan akibat rem blong,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jalur alternatif penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu tersebut dikenal rawan kecelakaan karena kondisi medan yang ekstrem dan curam. (*)






