KabarBaik.co, Bandung– Laga perdana AVC Women’s Champions League 2026 menjadi panggung besar dan uji nyali bagi skuad Bandung BJB Tandamata. Malam ini (27/4), pukul 17.00 WIB, live di Vidio, mereka akan menghadapi klub kuat Thailand, Supreme Chonburi, di Bangkok.
Di antara sorotan publik voli tanah air tertuju pada kehadiran Yolla Yuliana, middle blocker berpengalaman yang selama ini identik dengan Jakarta Electric PLN. Kini, Yolla turut memperkuat Bandung BJB sebagai bagian dari komposisi tim “all-star” Indonesia di level Asia.
AVC Women’s Champions League merupakan turnamen antarklub terbaik di Asia yang mempertemukan juara atau wakil elite dari berbagai negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea, hingga Kazakhstan.
Turnamen tersebut berada di bawah konfederasi voli Asia dan menjadi salah satu kompetisi klub paling bergengsi. Sebab, tidak hanya mempertandingkan gelar regional, tetapi juga menjadi jalur menuju kejuaraan dunia antarklub di bawah federasi internasional. Tim yang tampil umumnya adalah klub-klub juara liga domestik atau tim yang ditunjuk federasi karena kesiapan teknis dan administratif.
Selain gengsi, tujuan utama turnamen ini adalah meningkatkan kualitas kompetisi klub di Asia, mempertemukan gaya bermain yang berbeda, sekaligus menjadi ajang pengembangan pemain dan klub agar mampu bersaing di level global. Klub yang tampil juga mendapat manfaat besar berupa pengalaman internasional, peningkatan ranking, hingga eksposur pemain di mata dunia.
Dalam konteks Indonesia, kehadiran Bandung BJB di AVC 2026 menjadi sorotan tersendiri. Mengapa bukan Jakarta Pertamina Enduro yang merupakan juara Proliga musim 2026. Hal ini terjadi karena penentuan wakil Indonesia di AVC tidak selalu otomatis berdasarkan juara liga. Federasi bola voli Indonesia (PBVSI) mempertimbangkan beberapa faktor seperti kesiapan tim, ketersediaan pemain, administrasi pendaftaran, hingga kesiapan finansial dan logistik untuk tampil di level Asia.
Nah, Bandung BJB dinilai siap secara teknis dan administratif untuk berpartisipasi. Termasuk dalam menyusun skuad yang kompetitif. BJB juga melakukan pendekatan “hybrid team” dengan menggabungkan pemain inti klub, pemain pinjaman dari klub lain seperti Yolla Yuliana, serta beberapa pemain asing untuk meningkatkan daya saing di turnamen yang levelnya jauh lebih tinggi dibanding kompetisi domestik.
Baca Juga: Sang Dewi dari Piemonte: Mission Possible Bandung BJB di Proliga 2026
Strategi ini menjadi penting karena lawan-lawan di AVC bukan tim sembarangan. Klub-klub dari Thailand, Jepang, dan China dikenal memiliki ritme permainan cepat, disiplin tinggi, serta kualitas individu yang merata. Oleh karena itu, kehadiran pemain senior seperti Yolla Yuliana diharapkan dapat memberi stabilitas sekaligus pengalaman di lapangan dalam menghadapi tekanan laga pembuka.
Pada akhirya, pertandingan malam ini bukan sekadar debut Bandung BJB di turnamen Asia, tetapi juga menjadi ujian awal apakah kombinasi pemain lintas klub ini mampu bersatu sebagai satu kekuatan. Dengan ekspektasi tinggi dari publik dan tantangan besar dari lawan sekelas Supreme Chonburi, laga ini akan menjadi pembuka penting perjalanan Indonesia di panggung voli klub Asia musim ini.
Skuad Bandung BJB di AVC 2026
Pemain lokal Indonesia
- Dinda Ivoliana (Libero)
- Dya Hawa Nur Fitria (Libero)
- Tiara Ariance Ratna Sanger (Setter)
- Dian Pratiwi (Setter)
- Yolla Yuliana (Middle Blocker)
- Maradanti Namira Tegariani (Middle Blocker)
- Shintia Alliva Mauludina (Middle Blocker)
- Salsabila Dara Putri (Outside Hitter)
- Calista Maya Ersandita (Outside Hitter)
Pemain asing
- Giulia Angelina (Outside Hitter, Italia)
- Weronika Szlagowska (Outside Hitter, Polandia)
- Zarina Vositova (Opposite Hitterm Rusia)
Pelatih Eko Waluyo






