KabarBaik.co, Surabaya– Pandangan masyarakat terhadap permainan domino kini mulai bergeser. Jika dulu identik dengan kegiatan mengisi waktu luang di pos ronda, kini domino telah menjadi fenomena yang digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak.
Kian populernya permainan ini dibuktikan dengan menjamurnya klub-klub domino yang rutin menyelenggarakan kejuaraan. Menariknya, domino kini tidak lagi sekadar permainan kartu biasa, melainkan telah resmi diakui sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang mengandalkan strategi dan ketangkasan berpikir.
Ricky, seorang warga asal Surabaya, mengaku sangat menikmati tren ini. Baginya, domino adalah sarana melepas penat sekaligus mengasah otak.
“Saya sering main, baik secara online di aplikasi maupun offline bareng rekan kerja saat istirahat atau sepulang kantor. Bermain domino itu sebenarnya melatih cara berpikir kita untuk membaca langkah lawan dan menyusun strategi,” ujar Ricky saat ditemui di Surabaya.
Dalam berbagai turnamen resmi, permainan domino memiliki beragam format. Ada yang menggunakan media kartu kertas, ada pula yang menggunakan batu (balak). Namun, mayoritas kejuaraan besar umumnya menggunakan sistem berpasangan, yang menuntut kerja sama tim dan insting yang kuat antar pemain.
Seiring dengan meningkatnya prestasi dan antusiasme warga, para pegiat domino berharap masyarakat bisa melihat sisi positif dari kegiatan ini. Harapannya, domino murni dipandang sebagai olahraga prestasi dan ajang silaturahmi, serta tidak disalahartikan atau dikaitkan dengan praktik perjudian.
Dengan dukungan organisasi yang makin solid, bukan tidak mungkin domino akan melahirkan atlet-atlet asah otak baru yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (*)






