KabarBaik.co, Jombang— Pemerintah Desa Sumberagung, Perak, Jombang, melakukan terobosan dengan merehabilitasi kolam yang telah terbengkalai selama 15 tahun. Lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar itu kini disulap menjadi kawasan budidaya perikanan dengan 16 kolam beton permanen.
Kolam-kolam tersebut dibangun dengan berbagai ukuran, mulai dari 5 x 12 meter hingga 9 x 8 meter, dan ditata rapi untuk menunjang produktivitas budidaya.
Kepala Desa Sumberagung, Mohammad Mukhlis, mengatakan bahwa program ini tidak sekadar mengaktifkan kembali kolam yang sudah lama mangkrak, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Dengan anggaran sebesar Rp 150 juta kami gunakan secara maksimal untuk rehabilitasi fisik kolam yang sudah lama rusak serta pengadaan bibit skala besar. Ini adalah investasi untuk masa depan warga kami,” ujar Mukhlis dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Ia menjelaskan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes), sehingga seluruh proses berjalan akuntabel dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Proses pembangunan dilakukan dengan konsep padat karya, mulai dari pembersihan lahan, perbaikan dinding kolam, hingga pembangunan sistem drainase. Seluruh tahapan dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat.
Kini, kolam-kolam tersebut telah diisi sebanyak 194.000 bibit lele berkualitas. Penebaran dilakukan secara bertahap guna menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan pertumbuhan ikan optimal.
Penanggung jawab lapangan, Adi Sutrisno, menyebutkan bahwa program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena memberikan dampak ekonomi langsung.
“Warga tidak hanya menjadi penonton. Mereka terlibat bekerja, memperoleh penghasilan, sekaligus ikut menjaga ketahanan pangan desa,” kata Adi.
Ia menambahkan keberhasilan Desa Temuwulan dalam sektor serupa menjadi inspirasi bagi Desa Sumberagung untuk mengembangkan potensi yang selama ini terabaikan.
Ke depan, program budidaya lele ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PAD) yang hasilnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat.
Selain itu, inisiatif ini juga menjadi contoh pemanfaatan kolam secara produktif dan berkelanjutan. (*)






